Tak Layak, Kantor dan Armada Damkar Tabanan Memprihatinkan

Tabanan
Foto: Komisi I DPRD Tabanan saat melakukan sidak ke Damkar Tabanan.

TABANAN, Kilasbali.com – Komisi I DPRD Tabanan melakukan sidak ke Pemadam Kebakaran Kabupaten Tabanan, Selasa (3/3/2020). Sidak ini untuk menindaklajuti terkait sarana dan prasarana pemadam yang sudah tidak layak. Seperti gedung kantor yang rusak dan tidak pernah diperbaiki, hingga armada yang umur kendaraannya sudah usur.

Alhasil, rombongan pun melihat memang benar gedung yang digunakan sebagai kantor ini rusak parah dan bahkan membahayakan bagi anggota Damkar yang ada di Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tabanan ini.

Tak hanya itu, armada yang dimiliki pun ternyata sudah berumur dan ada beberapa yang tidak bisa dioprasikan lagi.

Ketua Komisi I DPRD Tabanan, I Putu Eka Putra Nurcahyadi mengatakan, seharusnya pemadam kebakaran harus memiliki fasilitas yang mendukung dalam menjalankan tugasnya, baik SDM porsenil, kantor, dan juga armadanya.

“Ini sungguh memprihatinkan. Padahal tugas mereka sangat berisiko, namun tidak didukung sarpras yang memadai,” ungkpanya.

Menurutnya, kendatipun letaknya kantor pemadam ini berada strategis di tengah kawasan perkotaan, itu tidak aka nada artinya jika sarprasnya tidak mendukung. Bahkan, pihaknya melihat pemadam kebakaran ini seperti diabaikan begitu saja.

“Jadi mereka tidak hanya menanggung resiko saat bertugas saja. Akan tetapi saat mereka berada di kantor ini, juga berpotensi terkena musibah. Karena gedungnya sudah tidak layak pakai dan rawan roboh,” ujarnya.

Pihaknya akan segera merapatkan kondisi ini dan menjadikannya prioritas. “Kebetulan kita juga ada di Banggar, sehingga masalah ini akan kami koordinasikan dengan Satpol PP Tabanan. Tetapi, tergantung pihak eksekutif yang memberikan keputusan,” tandasnya.

“Yang jelas kami akan prioritaskan. Karena tanggungjawabnya sangat besar dan berisiko,” pungkasnya.

Selain kantor, pihaknya juga akan memprioritaskan dari segi pengadaan armada. Karena, armada inilah yang akan bergerak menolong masyarakat yang terkena musibah kebakaran. (jus/kb)