Tak Mau Dirapid Test, Warga Terlantar Kabur dari RSUD Sanjiwani

Gianyar
Foto : Pol PP dan Petugas Medis mengenakan APD saat mengevakuasi warga yang kabur ke wilayah Kelurahan Beng.

GIANYAR, Kilasbali.com – Seorang Laki-laki berusia sekitar 35 yang ditemukan terlantar di Desa Tulikup, sempat membuat geger Petugas RSU Sanjiwani Gianyar dan warga Kelurahan Beng. Pasalnya, saat hendak dilakukan Rapid Test, laki-laki yang mengaku kelaparan ini memilih kabur dan akhirnya diamankan oleh Petugas medis yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap serta Pol PP di sebuah wantilan pura di Kelurahan Beng, Gianyar.

Dari keterangan yang diterima, Minggu (10/5/2020), kejadian menggelikan ini berawal dari laporan Perbekel Tulikup atas temuan laki-laki yang kondisi lemas di sekitar Banjar Tegal, Desa Tulikup, Gianyar, Sabtu sore. Dikhawatirkan orang ini terpapar Covid-19, GTPP Covid Gianyar pun dimohonkan untuk melakukan penjemputan.

Proses penjemputan pun berlangsung lancar dan orang ini dibawa ke RSUD Sanjiwani. Sebagai langkah antisipasi sesui protokoler penanganan tim medis, warga ini pun dilakukan rapid test. Namun entah lantaran takut disuntik atau karena tidak tahan dengan rasa laparnya, laki-laki yng hingga kini identtasnya tidak diketahui itu memilih kabur.

Baca Juga:  Piala Dunia U-20, Momentum Kebangkitan Kepariwisataan Bali

Aksi kejar-kejaran pun tidak terhindarkan, namun karena para perawat mengenakan APD lengkap tidak bisa bergerak bebas. Sementara laki-laki itu kabur menuju Kelurahan Beng melalui Jalan Pantih Jelantik. Hingga akhir posisi laki-laki diketahui ngumpet di sebuah Wantilan Pura di Kelurahan Beng.

Bebeberapa menit kemudian, Petugas Pol PP dan Paramedis menuju lokasi untuk melakukan penjemputan. Sementara warga sekitar tidak berani mendekat karea informasi yang meraka terima, disebutkan ada pasien positif covid kabur.

“Petugas menemukan warga ini di Keluarahan Beng, lanjut pasien tersebut diamankan dan dievakuasi dengan ambulans. Selama pemeriksaan dan menjalani Rapid test, warga ini dijaga ketat,” terang Ketua Harian GTPP Covid-19 Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya.

Baca Juga:  Lepaskan Burung Tandai Pembukaan Kampanye Pilkada Tabanan 

Setelah hasil rapid test dipastikan non reaktif,  tim medis dan warga Beng yang sempat kontak dengan wakga itu merasa lega. Setelah berhasil ditenangkan, warga ini pun dimintai keterangan.

Orang ini  mengaku sempat asal Semarang dan pernah jadi kuli bangunan. Karena tidak ada pekerjaan, dia pun mengaku sudah tidak makan sejak 3 hari. “Atas perintah bapak  Bupati, warga ini sudah kita berikan bekal  melalui Lurah Beng,” jelasnya.

Sembari menunggu kondisinya stabil,  GTPP Covid Gianyar juga langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Bali, dan hingga Minggu sore,  warga ini sudah dibawa ke Dinsos Provinsi Bali untuk dipulangkan ke daerah asalnya.

Baca Juga:  Dalam 2 Hari, Tim Gabungan Kota Denpasar Denda 16 Orang Pelanggar Pergub

“Selain tidak membawa KTP, pengakuan pasien ini pun berubah-ubah sperti orang linlung. Yang jelas saat ini pasien sudah dipulangkan melalui Dinsos Bali,” pungkas Wisnu. (ina/kb)