Tanpa Corat-Coret, Siswa SMA/SMK di Gianyar Lulus 100 Persen

Gianyar
Foto : Ketua MKKS SMK Kabupaten Gianyar, I Dewa Putu Alit.

GIANYAR, Kilasbali.com – Berbeda dengan Tahun sebelumnya, kelulusan siswa SMA/SMK dipastikan ditandai dengan aksi corat-coret pakean dan konvoi keliling kota. Namun untuk tahun ini, kelulusan sebanyak 8.197 siswa kelas XII SMA/SMK sederajat di Kabupaten Gianyar tanpa ada kehebohan. Pengumuman kelulusan ini dilakukan secara dairing atau online, Sabtu (2/5/2020), dan dilarang keras melakukan konvoi.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Gianyar, I Dewa Putu Alit, Minggu (3/5/2020) membenarkan pengumunan kelulusan itu. Disebutkan, angka kelulusan di Kabupaten Gianyar untuk SMA/SMK sederajat sebanyak 8.197 siswa.

“Di Kabupaten Gianyar sendiri, sebanyak 8.197 siswa SMA atau SMK sederajat dinyatakan lulus seratus persen. Terbagi atas 5.544 siswa SMK yang lulus dan sebanyak 2.621 siswa SMA dinyatakan lulus,” ungkapnya.

Baca Juga:  Layanan Penjor Langsung Pasang

Diakui, pengumuman kelulusan secara online ini dilakukan untuk menghindari kerumunan siswa yang hendak datang ke sekolah untuk melihat pengumuman kelulusan.

Mengingat saat ini penerapan Social Distancing wajib dilaksankan demi mencegah mewabahnya virus Covid-19.

“Pengumuman kami lakukan secara online dengan cara memberikan daftar kelulusan melalui group WhatsApp masing-masing kelas,” katanya.

Bahkan, untuk menghindari siswa yang mungkin masih membandel untuk datang ke sekolah atau melakukan konvoi. Pihaknya bekerja sama dengan Kepolisian dari Resort Gianyar.

Baca Juga:  KEREN! Sukawati Garap Sungai dan Jembatan jadi Objek Wisata

“Pihak kepolisian sudah datang ke setiap sekolah SMA atapun SMK di Kabupaten Gianyar untuk melakukan antisiapsi. Syukurnya semua siswa tertib,” tuturnya.

Secara terpisah, Kepala SMK Ratna Warta Ubud, I Nyoman Kasta menuturkan bahwa pihaknya sudah melakukan anjuran pemerintah dengan meniadakan aktivitas di sekolah untuk siswanya.

Untuk pengumuman siswa SMK kelas XII nya dilakukan dengan memanfaatkan group WA yang dimiliki oleh masing-masing siswa per kelas.

Baca Juga:  Bagikan Masker Gratis, Yowana Ubud Ingatkan Prokes

“Kita dari sekolah mengumumkan kelulusan siswa melalui group WA, jadi siswa kami tekankan untuk tidak datang ke sekolah,” pungkasnya. (jus/kb)