Tari Kolosal Topeng Gajahmada Semarakkan Festival Ulun Danu Beratan V

Hiburan Pariwisata Seni Budaya Tabanan
Foto: Bupati Eka saat memberikan keterangan pers.

TABANAN, Kilasbali.com – Sebanyak 70 topeng Gajahmada dan juga wayang emas Majapahit akan ditampilkan dalam pembukaan Festival Ulun Danu Beratan V pada tanggal 24 Oktober 2019, di DTW Danau Beratan Tabanan.

“Topeng ini ditampilkan secara kolosal 70 orang penari dan ini adalah pementasan kolosal untuk pertamakalinya,” kata Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti saat jumpa pers di DTW Danau Beratan, Tabanan, Selasa (22/10/2019).

Menurutnya, tari ini akan ditarikan di areal Taman Beji sebagi wujud syukur terhadap karuni Dewi Danu yang telah memberikan kesejahteraan kepada masyarakat Bali dan Indonesia, khususnya Tabanan. “Tari sakral ini akan dipentaskan sekitar puku 11.30 WITA,” tandasnya.

Sebelumnya, Bupati Eka menjelaskan bahwa festival ini merupakan event tahunan yang bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, khususnya ke DTW Danau Beratan.

“Hari biasa kunjungan wisatawan ke sini mencapai 2500 orang per hari. Tapi saat festival, kita targetkan 4 sampai dengan 5 ribu kunjungan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Operasional DTW Ulun Danu Beratan, I Wayan Mustika mengatakan, festival akan berlangsung selama empat hari dari 24 – 27 Oktober 2019, dan melibatkan 2.000 seniman dari Gebog Pesatak serta se-Kabupaten Tabanan.

Foto: Sekaa Teruna Teruni saat mengikuti lomba membuat penjor.

“Kegiatan festival sebenarnya telah dimulai sejak hari ini, yang dimulai dengan lomba membuat penjor yang diikuti 20 STT Gebog Pesatak. Besok lomba membuat cane, dan juga lomba membuat lamak dengan logo Wonderfull Indonesia,” bebernya.

Untuk anggaran sendiri, tambah Wayan Mustika, disupport Pemkab Tabanan Rp1 miliar, Kementerian Pariwisata senilai Rp400 juta berupa barang dan dana promosi DTW Rp100 juta.

“Tanggal 26 nanti akan digelar lomba gebogan khas Baturuiti berupa sayur dan buah, lomba kuliner vegetarian, dan yang lainnya. Pengunjung juga akan disuguhi free tela rebus, kacang, jagung dan hasil bumi lainnya,” tandasnya. (jus/kb)