Tekan Angka Stunting, Bunda Paud Denpasar Luncurkan “Sehat Dengan Isi Piringku”

Ceremonial Denpasar
Bunda Paud Kota Denpasar Sagung Antari Jaya Negara

DENPASAR, Kilasbali.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan dan IGTKI (Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia)  berkolaborasi dengan Danone Indonesia dan  NGO Spektra  menggelar Peluncuran & Pelatihan “Sehat dengan Isi Piringku”.

Acara ini dibuka Bunda Paud Kota Denpasar Sagung Antari Jaya Negara secara Daring Rabu (18/8/2021).

Sagung Antari mengatakan acara ini sebagai penyadaran untuk orang tua yang mempunyai anak usia 4-6 tahun untuk memberikan asupan makan dengan gizi berimbang melalui panduan program Isi Piringku. Selain gizi berimbang, juga kebiasaan minum air mineral sedikitnya 6 gelas per hari.

Baca Juga:  Ada Laporan WNA Berulah di Masa Pandemi, Rumah Bule di Sanur Disidak

“Oleh karena itu marilah kita ikuti pelatihan ini dengan sebaik-baiknya dan kemudian mengimplementasikan hasil pelatihan ini dengan melakukan edukasi di masing-masing lembaga Paud /TK. Selain itu kepada orang tua agar selalu menggunakan panduan ‘isi piringku’ dalam memberikan asupan makan kepada anak-anak dan anggota keluarganya,” ajaknya.

Ia menambahkan pengasuhan bukan hanya soal pendidikan tetapi juga soal tumbuh kembang. Rentang usia 0-6  tahun adalah “The Golden Ages” yaitu merupakan waktu yang tepat dalam membentuk karakter seorang anak.

Karena pada waktu ini otak anak-anak sedang pada posisi paling cemerlang. Pada usia 1 sampai 4 tahun, tingkat kapabilitas kecerdasan anak-anak kita telah mencapai 50%. Usia 5 sampai 8 tahun mencapai 80% dan sisanya 20% diperoleh saat anak berumur 8 tahun ke atas.

Baca Juga:  Satpam di Bali Jadi Satgas Covid-19

Direktur Spektra Roni Sya’Roni mengatakan, Program Sehat Dengan Isi Piringku di Kota Denpasar merupakan salah satu bentuk program CSR Danone Indonesia  yang didedikasikan kepada masyarakat Indonesia, guna meningkatkan kualitas SDM yang sangat diperlukan untuk pembangunan.

Ia mengatakan Sehat Dengan Isi Piringku dilaksanakan  karena tingginya angka stunting disertai pandemi Covid-19 menjadi perhatian pemerintah dan semua warga Negara Indonesia, karena mempunyai dampak yang sangat signifikan terhadap kualitas sumberdaya manusia dalam menghadapi era kompetisi di masa mendatang.(kb/rls)