Tenaga Medis Keluhkan Listrik RS Nyitdah “Byar Pet” dan Lauk Basi

Tabanan
Foto: Kondisi RS Nyitdah saat mati listrik.

TABANAN, Kilasbali.com – Tenaga medis yang tengah merawat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 dan juga pasien di RS Nyitdah, Kediri mengeluh. Pasalnya, salah satu gedung tempat PDP menjalani perawatan kerap kali mengalami pemadaman listrik alias byar pet, sejak Jumat (24/4/2020). Di mana listrik mati setiap lima jam sekali.

“Yang paling parah terjadi pada Minggu (26/4/2020). Listrik padam pada malam hari sejak pukul 19.00 hingga pukul 00.00 malam,” tutur seorang tenaga medis, Senin (27/4/2020).

Selain itu, dirinya juga mengeluhkan makanan katering yang tak layak. Seperti nasi yang keras dan lauknya yang kerap basi. Begitu juga dengan APD, pihaknya juga kerap menemui kesulitan untuk mendapatkannya.

Baca Juga:  "CEO Goes to BALI" Gairahkan Pariwisata di Tengah Pandemi Covid-19

“Kami sudah menyampaikan ke pihak manajeman. Tapi belum ada tindak lanjut,” imbuhnya seraya meminta namanya tidak disebutkan.

Menanggapi keluhan dari Tim Medis tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr I Nyoman Suratmika mengatakan akan segera menindaklanjuti keluhan tersebut.

“Terima kasih laporannya, tentu akan kami tindak lanjuti. Semua sudah ada yang bertanggungjawab untuk itu dan semua ada aturannya. Tentu akan ditindak lanjuti,” jelasnya melalui pesan WhatsApp.

Baca Juga:  Meski Tidak Temukan Pelanggaran, Desa Dangin Puri Kangin Rutin Laksanakan Patroli Prokes

Untuk duketahui, di RS Nyitdah sendiri merawat tiga PDP Covid-19, dari kapsitas 20 bad. Tim medis yang bertugas di RS Nyitdah sejak 1 April 2929 sebanyak 54 orang. Terdiri dari 29 perawat, 5 radiografer, loket 2 orang, dan sisanya merupakan cleaning service ditambah tenaga pengamanan security. (*/kb)