Tiap Bulan, DLHK Denpasar Hasilkan 15 Ton Kompos Olahan Sampah Organik

Denpasar Sosial
Tiap Bulan, DLHK Denpasar Hasilkan 15 Ton Kompos Olahan Sampah Organik

DENPASAR, Kilasbali.com – Program pengolahan sampah terpadu berbasis desa/kelurahan di Kota Denpasar mulai membuahkan hasil. Hal ini karena keberadaan Tempat Pembuangan Sampah Reuse, Reduce dan Recycle (TPS3R) di Kota Denpasar sukses mengurangi distribusi sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Plt. Kadis DLHK Kota Denpasar, I.B. Putra Wirabawa, Kamis (10/9/2020) menjelaskan bahwa keberadaan TPS3R di Kota Denpasar hingga saat ini telah sukses mengurangi distribusi sampah langsung menuju TPA.

Hal ini dikarenakan adanya pemilahan sampah yang terpadu dari hulu atau sumber sampah. Hingga saat ini, TPS3R yang terdapat di tiga lokasi, yakni di Desa Kesiman Kertalangu, Jalan Bung Tomo dan TPA Suwung telah sukses memproduksi pupuk kompos sebanyak 15 Ton setiap bulannya.

Baca Juga:  Volume Sampah di Denpasar Stabil

“Setiap bulannya kami mampu memproduksi pupuk kompos dari sampah organik sebanyak 15 ton. Jumlah tersebut belum termasuk sampah an organik yang ditangani dan diolah oleh Bank Sampah di Kota Denpasar,” ujar Gustra sapaan akrabnya.

Gustra menjelaskan, sinergitas dalam upaya menciptakan Denpasar yang bersih, indah dan asri ini merupakan upaya berkelanjutan yang memerlukan kerjasama dari masyarakat, yayasan, dan kelompok swakelola sampah. Di Kota Denpasar sendiri terdapat sedikitnya 220 Bank Sampah yang tersebar di 4 kecamatan.

“Tentu ini sangat produktif dalam mensukseskan pengolahan sampah dari sumber, namun hal ini memerukan dukungan masyarakat untuk memilah sampah sebelum diangkut oleh Swakelola Sampah. Kerjasama ini sangat penting, sehingga diharapkan sampah harian Kota Denpasar yang mencapai 900 ton ini dapat dikurangi pergerakanya menuju TPA,” jelasnya

Baca Juga:  Bali Masuk 8 Besar Penularan Covid-19 Nasional, Tim Gabungan Gencarkan Operasi Yustisi

Gustra menambahkan, hasil produksi pupuk kompos ini sudah siap didistribusikan. Adapun yang menjadi sasaran distribusi yakni desa/kelurahan, yayasan, sekolah serta komunitas-komunitas yang bergerak di bidang pertanian dan perkebunan. Selain itu, taman media pinggir jalan juga menjadi target utama pemupukan kompos ini.

“Di masa pandemi Covid-19 ini, banyak masyarakat yang menekuni hobi bertani untuk menciptakan ketahanan pangan, jadi bagi yang memerlukan bisa mengajukan permohonan melalui DLHK Kota Denpasar,” ajaknya. (sgt/kb)