Tiga Hari Gianyar Diguyur Hujan, Astungkara Bencana Masih Terkendali

Gianyar News Update Peristiwa
Foto: BPBD Gianyar mengevakuasi pohon tumbang yang menutup akes jalan di Banjar Angkling, Desa Bakbakan, Gianyar

GIANYAR, Kilasbali.com – Sejumlah bencana kini ikut menghantui di tengah wabah covid-19 yang menghantui. Karena guyuran hujan melanda Gianyar selama 3 hari berturut-turut. Bencana longsor, pohon tumbang di sejumlah tidik pun dapat ditangani tanpa hambatan alias terkendali. Namun demikian, hujan juga efektif menertibkan warga untuk berdiam di rumah.

Dari laporan kebencanaan, Kamis (5/8/2021), bencana yang menonjol adalah pohon tumbang disertai tanah longsor terjadi di Banjar Angkling, Desa Bakbakan, Gianyar.

Hal tersebut menyebabkan akses Bakbakan menuju Kabupaten Bangli tertutup. Jenis pohon yang tumbang adalah belayur dengan panjang sekitar 15 meter, diameter 80 centimeter.

Baca Juga:  DPC PDIP Tabanan Laporkan Berita Hoax Tentang Megawati

Selain tumbang, tanah di bawah pohon juga ikut longsor. Di mana tinggi material tanah yang menutupi jalan mencapai satu meter.

Akibatnya, akses Jalan Angkling menuju Apuan Bangli tidak bisa dilalui hingga waktu yang relatif lama.

Petugas dibantu warga membersihkan sisa sisa tanah longsor.

Kepala BPBD Gianyar, Ida Bagus Suamba mengatakan, begitu pihaknya mendapatkan laporan tersebut, ia langsung mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC), beserta armada dan perlengkapan.

Baca Juga:  Indonesian Youth Championshion 2021, Gubernur Koster: Momentum Kebangkitan Bali

“Kami langsung melakukan penanganan ke lokasi dibantu  aparat desa bersama masyarakat, akses bisa kami normalkan pada pukul 11.30 WITA. Tidak ada korban dalam peristiwa ini, karena dalam masa PPKM, sehingga tidak banyak yang beraktivitas di jalan,” terangnya.

Lanjutnya, meskipun beberapa hari ini cuaca di Kabupaten Gianyar relatif ekstrim, dimana hujan hampir terjadi sepanjang hari. Namun jumlah kejadian di Kabupaten Gianyar tidak banyak. Dimana bencana yang terparah sampai saat ini hanya pohon tumbang ini.

“Bencana bisa dikendalikan. Dulu kalau situasi seperti ini, bencana yang mendominasi adalah pohon tumbang. Namun karena kami selalu mensosialisasikan ke masyarakat agar memangkas atau menebang pohon tua yang berpotensi tumbang, sehingga saat ini bisa diminimalisir,” tandasnya. (ina/kb)