TMMD 107 Resmi Ditutup, Pemkab Buleleng Ucapkan Terima Kasih

Buleleng

BULELENG, Kilasbali.com – Program Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke 107 Kodim 1609/Buleleng di Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng resmi ditutup, Selasa (14/04/2020).

Kegiatan penutupan berlangsung di Ruang Rapat Kodim 1609/Buleleng, yang dipimpin Dandim 1609/Buleleng Letkol, inf. Muhamad Windra Lisrianto, S E, M.I K., diawali laporan Kasdim 1609/Buleleng Mayor, Kav. I Nyoman Arya Jayantara.

Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG., yang hadir pada, kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kodim 1609/Buleleng, yang telah mendukung program pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat di Desa Panji Anom.

“Masyarakat dan aparat desa harus bersama-sama memelihara fasilitas ini, kalau ini tidak dijaga semua akan sia-sia,” ujarnya.

Dirinya juga menyebut untuk memberi kenyamanan para anggota Satgas, pihaknya telah menyediakan rapid test. Ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada pasukan yang terlibat dalam TMMD yang nantinya kembali ke satuan masing-masing.

“Di tengah pandemi Covid-19 ini mereka bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan seluruh pasukan yang terlibat, kembali ke keluarganya atau ke kesatuannya dengan keadaan sehat,” sambungnya.

Baca Juga:  Rai Mantra Tekan Penyebaran Covid-19

Sementara, Dandim 1609/Buleleng yang juga menjabat Komandan Satgas TMMD, turut mengucap terima kasih atas partisipasi masyarakat setempat dalam mendukung pelaksanaan TMMD.

“Setelah himbauan physical distancing kami tidak lagi melibatkan masyarakat hanya memanfaatkan yang ada. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat Desa Panji Anom dan untuk semua yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini,” ucapnya.

Menurut Dandim, pelaksanaan TMMD 107 ini merupakan sejarah baru karena TMMD dilaksanakan ditengah pandemi Covid-19 yang membayakan.

Baca Juga:  Cegah Covid-19 di Taman Kota Lumintang dan Pasar Wangaya

Dalam laporan pelaksanaan yang disampaikan Kasdim, pelaksanaan TMMD tidak saja menyasar kegiatan fisik, juga menyasar kegiatan non fisik. Kegiatan non fisik ini mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan penularan Covid-19, khususnya di Desa Desa Panji Anom.

Kegiatan non fisik yang dimaksud, antara lain pemberian Sembako, penyuluhan pencegahan Covid-19, penyemprotan disinfektan, pemasangan wastafel, pembagian masker, pemberian hand sanitizer, penyerahan kursi roda, dan penyerahan rehab rumah.

Dijelaskannya, kegiatan TMMD yang berlangsung sejak 16 Maret 2020 hingga 14 April 2020 ini telah merampungkan 857 meter jalan dengan rabat beton dan 5 unit gorong-gorong.

Dinding penahan tanah sepanjang 757 meter, pipanisasi sepanjang 8360 meter, 3 unit bak lepas tekanan dan 1 unit reservoir (tempat cadangan) air. 5 unit Mandi Cuci Kakus (MCK) di 4 Banjar Dinas yakni Banjar Dinas Lebahsiung, Banjar Dinas Batupulu, Banjar Dinas Pancoran, dan Banjar Dinas Abasan.

Baca Juga:  Koster Minta Lembaga Desa Adat Dikelola Baik, Lurus, dan Tulus

Sejumlah undangan hadir dalam penutupan tersebut antara lain Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, I Gede Supriatna, S.H., Wakapolres Buleleng, Kompol Loduwyk Tapilaha, S.I.K., Kepala Kejaksaan Negeri Singaraja, Nur Chusniah, S.H.,M.H., Rektor Universitas Ganesha, Prof. Dr I Nyoman Jampel, M.Pd., Kepala Bidang PMDKP Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Putu Marjaya, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Ketut Budiasa, Danramil 1609-05/Sukasada, Kapten Inf Made Subur Gunung Mas, Sekretaris Camat Sukasada, Komang Budiarsana, Perbekel Panji Anom, Made Gina dan perwakilan warga. (jus/kb)