TMMD Kodim Gianyar Dibuka, Pengabdian Untuk Negeri

Gianyar
TMMD Kodim Gianyar Dibuka, Pengabdian Untuk Negeri

GIANYAR, Kilasbali.com – Walaupun saat ini masih dihadapkan pada kondisi Pandemi Covid-19, namun demikian pelaksanaan TMMD Ke 108 Tahun Anggaran 2020 di wilayah Kodim 1616/Gianyar, tepatnya di Desa Kerta dan Buahan Kaja Payangan tetap berjalan sesuai dengan yang direncanakan.

Upacara pembukaan TMMD Ke 108 tersebut dilaksanakan di Makodim 1616/Gianyar dan dibuka oleh Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra, SST. , S.Par. MAP., yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gede Mayun, Ketua DPRD Kabupaten Gianyar Drs. I Wayan Tagel Winarta, Dandim 1616/Gianyar Letkol Inf Frandi Siboro, Wakapolres Gianyar Kompol Pius X Febri Aceng Loda, S.I.K.,M.H., Ketua Kajari Gianyar Agung Mardi Wibowo, S.H., Sekda Pemkab Gianyar Ir. I Made Gede Wisnu Wijaya, M.M., dan sejumlah undangan lainnya termasuk unsur Aparat Desa Kerta dan Buahan Kaja, Payangan.

Dalam laporan kesiapan pelaksanaan TMMD Ke 108 tersebut, Dandim 1616/Gianyat Letkol Inf Frandi Siboro selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD menjelaskan adapun sasaran program TMMD Ke 108 kali ini yaitu pembukaan jalan sepanjang 2.359 meter yang menghubungkan akses dua desa bertetangga yaitu Desa Buahan Kaja menuju Desa Kerta Kecamatan Payangan.

Kegiatan lainnya yaitu berupa sasaran non fisik yang berupa ceramah ataupun penyuluhan seperti terkait Covid-19, Kamtibmas, Hukum, Narkoba dan beberapa materi lainnya.

Baca Juga:  Kabar Baik, Sembuh Bertambah 94 Orang

Sementara itu Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra saat membuka kegiatan ini membacakan sambutan Gubernur Bali, I Wayan Koster yang menyebutkan
Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa (TMMD) adalah salah satu wujud Operasi Bhakti TNI, yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian dan Pemerintah Daerah serta komponen bangsa lainnya, yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama masyarakat, guna meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan.

“TMMD sebagai gerakan bersama merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memantapkan kesadaran masyarakat dalam berbangsa dan bernegara melalui pembangunan infrastruktur di
pedesaan dan bagian dari cara kita merawat dan mengikat kebersamaan serta kegotong-royongan untuk mengatasi persoalan-persoalan kebangsaan,” ujarnya.

Lanjutnya, sejarah telah mengajarkan bahwa semangat kebersamaan, kegotong-royongan serta persatuan dan kesatuan merupakan senjata ampuh Bangsa Indonesia dalam menghadapi segala permasalahan dan tantangan.

“Pandemi Covid-19 adalah salah satu contoh tantangan yang kita hadapi pada saat ini yang harus dapat kita hadapi secara bersama. Melalui budaya gotong-royong yang merupakan warisan bangsa kita, niscaya kita bersama dapat melalui pandemi ini dengan sikap sabar dan senantiasa menerapkan protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah,” tandasnya.

Dalam kegiatan TMMD Ke 108 ini yang mengambil tema “TMMD Pengabdian Untuk NegeriI”, Gubernur Bali menaruh harapan besar agar dapat memicu dan memotivasi usaha kita dalam memberdayakan masyarakat sebagai subyek pembangunan dengan semangat dan jiwa baru yang berintegritas, beretos kerja dan mengedepankan budaya gotong royong serta dapat menenangkan batin dan menguatkan kepercayaan diri, agar eling dan waspada.

Baca Juga:  Tunjukkan Trend Membaik, di Denpasar Pasien Sembuh Lampaui Kasus Positif

“Eling atas Sang Maha Pencipta dengan laku spiritual, dalam menghadapi permasalahan khususnya dalam menghadapi pandemi global ini,” ujar Gubernur.

Lanjutnya, Program TMMD yang dilaksanakan ini sangat mendukung Program Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2018-2023 dan tatanan kehidupan Bali Era Baru yang merupakan kewajiban Gubernur Bali bersama Krama Bali untuk menjaga dan merawat semangat persatuan dan kesatuan melalui pelaksanaan TMMD Ke 108 tersebut dan sejalan dengan Visi “Nangun Sat Kertih Loka Bali”, yang esensinya adalah bergotong royong untuk menjaga dan melestarikan alam dan budaya Bali sehingga nantinya akan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan Krama Bali melalui peningkatan kualitas infrastruktur dan terlebih lagi dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat pedesaan di tengah Pandemi COVID-19 ini.

Terpisah saat dikonfirmasi awak media usai upacara pembukaan, Bupati Gianyar menyebut pelaksanaan TMMD kali ini berbeda dengan pelaksanaan TMMD periode sebelumya.

“Saat ini kondisinya lagi Pandemi COVID-19, maka dari proses perencanaan juga sudah dipersiapkan secara baik dan matang sehingga dalam pelaksanaannya juga bisa berlangsung aman dan lancar,” ujarnya.

Baca Juga:  Perkuat Bali, Sukahet; Desa Adat Harus Bebas dari Ancaman

Agus Mahayastra menyebut program TMMD ini merupakan program vital dalam membangun infrastruktur jalan untuk menghubungkan akses dua desa bertetangga yaitu Desa Buahan Kaja dan Desa Kerta.

“Nantinya akan sangat memperpendek jarak tempuh untuk akses pendidikan, perekonomian termasuk pembangunan sektor pariwisata,” jelasnya.

Senada Dandim 1616/Gianyar Letkol Inf Frandi Siboro menyebut TMMD Ke 108 menjadi tantangan tersendiri karena dilaksanakan dalam kondisi masih Pandemi COVID-19.

“Semua pelaksanaan telah direncanakan dan disiapkan sedemikian rupa. Penerapan protokol kesehatan atau Prokes adalah hal mutlak bagi Personel TNI dan juga masyarakat yang terlibat. Karena bagaimanapun ini sudah diwanti-wanti oleh Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H., yang juga instruksi dari komando atas dimana semua Prajurit TNI dan masyarakat yang terlibat dalam TMMD kali ini datangnya dalam kondisi sehat sampai selesai pun harus tetap dalam kondisi sehat,” sebut Letkol Frandi Siboro.

“Setelah sebulan melaksanakan Pra TMMD maka pengerjaan sasaran fisik sudah mencapai 50 persen, sementara sasaran yang tersisa akan kita tuntaskan dalam kurun waktu 30 hari ke depan sampai saat penutupan di akhir Bulan Juli 2020,” pungkasnya. (jus/kb)