TMMD, Wujudkan Impian Masyarakat Bongan dan Gubug

Tabanan
Foto: Pembukaan TMMD ke 106.

TABANAN, Kilasbali.com – Impian selama 10 tahun masyarakat di Desa Bongan dan Gubug, Tabanan untuk memiliki sebuah jembatan penghubung akan segera terwujud. Hal tersebut tidak terlepas dari peran TNI, khususnya Kodim 1619/Tabanan yang melaksanakan Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 Tahun anggaran 2019. Desa tersebut akan memiliki jembatan sepanjang 17 meter, lebar 5,5 meter dan tingginya mencapai 5 meter.

Ketua DPRD Tabanan, I Made Dirga mengatakan, dengan terbangunnya jembatan ini, maka akan sangat bermanfaat bagi masyarakat di dua desa ini.

“Saya harap jembatan ini bisa bermanfaat dengan maksimal untuk masyarakat, baik bagi para petani dan anak-anak sekolah. Karena dengan terbangunnya jembatan ini, anak-anak ke sekolah sini kan lebih cepat. Ini sangat bermanfaat,” ujarnya seusai Pembukaan TMMD, Rabu (2/10/2019).

Danrem 163/Wira Satya, Kolonel Arh Albertus Magnus Suhariyadi menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Tabanan yang telah mendukung TMMD ini.

“TMMD ini merupakan program TNI yang berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Artinya, diharapkan dengan program ini kesejahteraan masyarakat bisa meningkat,” jelasnya.

Dikatakannya, dengan dibangunnya jembatan ini maka bisa menyingkat waktu terutama memperlancar perputaran ekonomi, ke pasar dan sebagainya ataupun bagi anak-anak ke sekolah. “Jadi mereka tidak perlu lagi melalui jalur memutar ke arah jalan Denpasar Gilimanuk,” tegasnya

Danrem menambahkan, karena waktu TMMD hanya 30 hari, maka dibuatlah pra TMMD sehingga bisa diselesaikan dengan tepat waktu.

“TMMD tidak hanya menyasar fisik tetapi juga non fisik, artinya melibatkan unsur lain yang melakukan berbagai kegiatan, baik sosialisasi narkoba, dan lain sebagainya,” tandasnya.

Sementara itu, Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Toni Sri Hartanto menambahkan, dengan jembatan ini maka tidak perlu berjalan jauh, cukup 17 meter.

“Jadi TMMD tidak hanya murni TNI tetapi kolaborasi antara Pemda, dan komponen masyarakat. Salah satunya warga binaan/lapas yang sudah diikutkan. Warga binaan ini kita akan libatkan secara rutin. Saya sudah komunikasi dengan kepala lapas, dan beliau mempersilahkan. Karena lapas juga sudah mempunyai program untuk sosialisai kepada masyarakat, sehingga warga binaan yang sudah bisa dilibatkan,” tandasnya. (*KB)