TP PKK Provinsi Bali Dukung Pergub 46/2020

Denpasar Tokoh

DENPASAR, Kilasbali.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster mengungkapkan bahwa di Provinsi Bali telah terbit Peraturan Gubernur Bali Nomor 46 Tahun 2020 tanggal 24 Agustus 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru.

“TP PKK Provinsi Bali sangat mendukung atas terbitnya Pergub tersebut dan akan terus bergerak untuk ikut mensosialisasikan, yang dimulai dari keluarga,” kata Putri Koster saat Dialog Interaktif ‘Perempuan Bali Bicara’ di Salah satu TV swasta di Denpasar, Sabtu (12/9/2020).

Menurutnya, inti dari Pergub ini adalah untuk mengatur beberapa hal. Antara lain dari sisi penerapan disiplin yang perlu dilakukan sebagai upaya meningkatkan ketaatan dan kepatuhan untuk mentaati suatu nilai tata tertib.

Baca Juga:  Tetap Disiplin, Transmisi Lokal Tambah 133 Orang

Di lain pihak, jelas dia, penegakan hukum protokol kesehatan perlu dilakukan sebagai upaya untuk ditaatinya Protokol Kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 dengan atau tanpa disertai sanksi hukum.

Sedangkan Tatanan Kehidupan Era Baru, lanjut dia, merupakan suatu tindakan atau budaya baru untuk hidup bersih, sehat, aman, dan produktif di tengah pandemi Covid-19.

“Peraturan Gubernur ini dimaksudkan sebagai pedoman penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 oleh pemangku kepentingan melalui Tatanan Kehidupan Era Baru dalam satu kesatuan wilayah, satu pulau, satu pola, dan satu tata kelola,” lanjutnya.

Baca Juga:  28 Peserta Lolos Seleksi Adminitrasi Lelang Jabatan Eselon II B di Kota Denpasar

Peraturan Gubernur ini, kata dia, bertujuan untuk meningkatkan partisipasi aktif Krama Bali dari pemangku kepentingan dalam mencegah penularan dan penyebaran Covid-19 dengan saling melindungi dan memelihara kesehatan, mencegah dan mengendalikan penyebaran atau munculnya kasus baru Covid-19 pada berbagai sektor kegiatan. (rls/kb)