Ubud Optimis Bebas Covid-19

Gianyar
Foto: Bupati Gianyar, I Made 'Agus' Mahayastra didampingi Wakil Bupati Gianyar AA Gde Mayun dan Sekdakb Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya

GIANYAR, Kilasbali.com – Bupati Gianyar, Made Mahayastra optimis kawasan Ubud dalam waktu dekat akan menjadi kawasan yang bebas Covid-19. Target ini dipastikan terwujud agar bisa mengembalikan dan memulihkan pariwisata di Gianyar.

Mahayastra mengungkapkan, upaya mewujudkan itu cukup dengan melaksanakan vaksin untuk seluruh warga di Ubud. Karena itu, langkah-langkah sebelum vaksinasi mulai dilaksanakan, diantaranya mendata keseluruhan potensi yang ada di Ubud.

“Pertama, validasi data hotel dan restoran, pekerja dan komponen pendukung termasuk lansia dan anak-anak,” jelas Mahayastra.

Dikatakannya, setelah pendataan lalu dilakukan vaksinasi secara bertahap. “Saya kira ini langkah riil yang bisa kita lakukan. Gianyar saya kira mulai dari Ubud,” jelas Mahayastra.

Bahkan disebutnya, Ubud sebagai salah satu daya tarik wisata internasional, dan setelah bebas covid, maka menurut Mahayastra akan diikuti kawasan lain oleh kabulaten lain di Bali. “Nanti akan diikuti kawasan lain yang potensi wisata tinggi, seperti Kuta, Nusa Dua dan destinasi lain,” tambah Mahayastra.

Pada kesempatan tersebut Mahayastra juga menjelaskan Gianyar saat ini tidak memiliki desa yang zona merah. Saat ini Gianyar dengan desa 18 zona hijau dan 48 desa zona kuning.

Baca Juga:  Pantau Kegiatan Shalat Tarawih, Ini Arahan Dandim Gianyar

Diyakininya, bila disiplin masyarakat terus berjalan, maka perlahan semua desa akan menjadi zona hijau. “Hanya yang perlu mendapat pengawasan adalah para pekerja lintas kabupaten, biasanya ini yang berpotensi membawa covid,” yakinnya.

Tambahnya, kini tidak ada satu desa/kelurahan di Kabupaten Gianyar yang masuk dalam zona merah. Rinciannya, sebanyak 17 desa/kelurahan zona hijau, 47 zona kuning dan enam desa berada dalam zona orange. “Persentase kesembuhan kita 90 persen. Kita harus bangga, dan bersyukur,” ujarnya.

Bupati Mahayastra menegaskan hal tersebut sebuah capaian yang tidak mudah. Butuh sebuah nyali dari seorang pemimpin, dan butuh dukungan dari semua pihak. “Kita ini sudah perang terbuka, semua komponen telah mendukung saya. Sebagai pemimpin, saya harapkan terus ada dukungan, karena untuk bisa bebas dari covid,” ujarnya.

Baca Juga:  ”Be Gianyar Mineral Water”, Perumda Optimis Capai Target Pemasaran

Didampingi para pejabat Pemkab Gianyar, politikus PDIP asal Payangan tersebut mengungkapkan, selama pandemi covid-19 ini, pendapatan Pemkab Gianyar menurun drastis. Pada triwulan pertama 2020 (Januari, Februari dan Maret), pendapatan Gianyar sudah masuk Rp 540 miliar.

Namun setelah itu hingga saat ini tidak sampai menyentuh Rp 30 miliar. “Sampai mau habis februari ini baru Rp 20 miliar kita dapat.  Untuk bayar pegawai, mungkin kekuatan kita sampai September 2021,” ujarnya.

Baca Juga:  Pembukaan Pariwisata Ubud Setelah Vaksinasi Kedua

Berdasarkan salah satu persoalan tersebut, Bupati Mahayastra meminta dukungan semua komponen masyarakat. “Saya hanya minta, semua pihak di Kabupaten Gianyar agar mendukung langkah yang saya ambil. Saya butuh dukungan untuk mengeluarkan Gianyar dari pandemi,” pungkasnya. (ina/kb)