Ujian PAT SMP, Orangtua Siswa Pertanyakan Janji Kuota Internet Gratis

Gianyar
Foto : Sebagian siswa sudah kebagian kuota.

GIANYAR, Kilasbali.com – Mulai hari ini, Selasa (19/5/2020) hingga 23 Mei mendatang siswa SMP di Kabupaten Gianyar, menjalani ujian Penilaian Akhir Tahun (PAT). Namun sayang, ujian dari rumah berbasis online lantaran pandemi Covid 19 ini, menuai keluhan para orangtua, terutamanya dari pedesaan.

Karena hingga pelaksanaan ujian, kuota Internet gratis, sebagaimana dijanjikan pemerintah tidak kunjung datang. Padahal, dana yang diangarkan untuk kuota intenat kepada masing-maisng iswa ini bersumber dari dana BOS di masing-masing sekolah.

Nyoman Wira, salah satu orang tua siswa SMP di Payangan, mengungkapkan, Selasa pagi, dirinya ikut sibuk lantaran HP anaknya tidak memiliki kuota internet. Dirinya pun sudah mewanti anaknya agar mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi ujian drai rumah. Termasuk persipakan HP dan kuota.

Baca Juga:  Enam Jam Tenggelam, Angga Ditemukan Tewas dan Tersangkut di Akar Bambu di Dasar Sungai Sangsang

Namun, karena kuota internet disebutkan akan dikirim oleh sekolahnya, dirinya pun sedikit tenang. Namun, hingga Selasa pagi kuota internet yang ditunggu-tunggu itu tidak juga terkirim. “Saya ini di desa yang terpencil pak, saya harus ke Bencingah (pusat desa-red) beli kuota. Itupun harus gedor toko yang belum buka,” keluhnya.

Atas kejadian ini Nyoman pun mengaku heran dengan perhatian para pendidik yang kini terkesan cuek. Padahal, ujian ini penting bagi siswa dan mendapat perhatian serius para orang tua. Setidaknya, pihak sekolah diharapkan memberitahu jika ada kendala atau pembatalan pemberian kuota internet sebelumnnya.

“Anak saya sudah sempat menanyakan ke teman-teman di sekolahnya. Ternyata banyak temannya belum mendapatkan kuota internet,” ujarnya geleng-geleng.

Baca Juga:  Disperindag Kota Denpasar Tuntaskan Sosialisasi Protokol Kesehatan Berniaga di seluruh Pasar Rakyat

Atas kegamangan ini, Nyoman pun mengaku sudah menemui salah satu guru di sekolah anaknya. Dari jawaban yang didapatnya terkesan saling lempar tanggungjawab. Pihak sekolah mengaku jika masih banyak siswa yang tidak mendapatkan kuota tersebut.

Pihak sekolah berdalih, bahwa kacaunya pembagian kuota internet tersebut lantaran diambil alih oleh Disdik Gianyar. Disebutkan bahwa waktu pertama pendataan nomer telepon siswa, kuota ini didistribusikan oleh sekolah yang dananya bersumber dari dana BOS.

Setelah ada dua kelas yang sudah dibagikan kuota, tiba-tiba ada instruksi baru bahwa pembagian diambil alih oleh dinas.

Baca Juga:  PKM, Persiapan Masyarakat Masuki New Normal Life

Secara terpisah, Kepala Disdik Gianyar, Wayan Sadra saat dikonfirmasi, tidak menampik adanya permasalahan tersebut. Dia menilai, permasalahan ini karena ada siswa yang tidak mengirim nomer telepon dan masalah teknis, di mana lantaran terlalu banyaknya yang harus dikirimkan kuota internet ini, sehingga proses transfernya menjadi lambat.

“Kelemahannya dari data nomer telepon siswa. Uang ada dari dana BOS, provider siap, cuman nomer telepon siswa belum. Solusinya adalah demi pemerataan dan keadilan maka siswa yang belum kirim noer telepon diberi uang sejumlah pembelian kuota. Jika ada yang sudah kiri nomer tapi juga belum dapat, nah itu kesalahan teknis, mungkin terlalu banyak sehingga transfernya lambat,” terangnya singkat (ina/kb)