Update Covid-19 di Kota Denpasar, Sembuh Bertambah 144

Denpasar News Update
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai

‘Positif Bertambah 140 Orang dan 3 Pasien Meninggal Dunia’

DENPASAR, Kilasbali.com – Perkembangan kasus Covid-19 di Kota Denpasar memiliki kecenderungan yang fluktuatif. Pada Kamis (11/2/2021) ibukota Provinsi Bali ini mencatat penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 140 orang, pasien sembuh  mengalami penambahan sebanyak 144 orang.

Namun, di hari yang sama diketahui penambahan angka kematian dengan status terkonfirmasi Covid-19 bertambah 3 orang.

Terkait kasus meninggal dunia pasien pertama diketahui seorang laki-laki berusia 41 tahun dengan status domisili di Desa Dangin Puri Kaja. Pasien dinyatakan positif Covid-19 pada 5 Februari 2021 dan dinyatakan meninggal pada 11 Februari 2021.

Baca Juga:  Fraksi PDIP Tegaskan Pemkab dan Desa Adat sudah “Sepakat”

Untuk pasien kedua diketahui seorang  perempuan usia 57 tahun dengan status domisili di Kelurahan Dangin Puri. Pasien dinyatakan positif Covid-19 pada 8 Februari 2021  dan dinyatakan meninggal pada 11 Februari 2021.

Sedangkan pasien ketiga diketahui seorang perempuan berusia 60 tahun dengan status domisili di Desa Pemogan. Pasien dinyatakan positif Covid-19 pada 2 Februari 2021 dan dinyatakan meninggal pada 11 Februari 2021.

Baca Juga:  Pemkab Tabanan Gelar Rakor Tindak Lanjut Penanganan Covid-19

“Hari ini kasus positif bertambah sebanyak 140 orang, kasus sembuh bertambah 144 orang dan 3 pasien meninggal dunia. Hari ini kasus covid-19 beranjak meningkat, tren penularan yang masih terjadi ini harus menjadi perhatian serius bagi kita semua,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai.

Berdasarkan data, secara komulatif kasus positif tercatat 8.981  kasus,  angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 7.739 orang  (86,17 persen), meninggal dunia sebanyak 161 orang (1,79 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak  1.081 orang (12,04 persen).

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah telah menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat drastis, tanpa di sadari peningkatan ini jauh berbahaya dari rata-rata angka Covid-19 pada tahun 2020 lalu,” imbuhnya.(sgt/kb)