Usia Dua Dekade, Partai Demokrat Bali Lakukan Aksi Nyata Bulan Bakti Sosial Tetap Berkomitmen dengan Rakyat

Denpasar News Update Politik Sosial Tokoh
Mudarta

DENPASAR, Kilasbali.com – Memasuki usia ke-20 tahun Partai Demokrat pada 9 September 2021, dengan memiliki usia dua dekade maka Partai Demokrat Bali menggelar Bulan Bakti Sosial yang dimulai pada 12 Agustus hingga 31 September 2021, di mana para Kader Demokrat Bali diwajibkan membantu para masyarakat yang terkena dampak pandemi covid-19 berupa sembako, masker bahkan juga memberikan wifi gratis untuk membantu para murid dan mahasiswa dalam melakukan pendidikan daring sebagai bentuk komitmen partai untuk pemulihan ekonomi Bali.

“Dalam pembagian masker sangat menarik sekali, ketika kita bagikan ada teriakan masyarakat meminta sembako. Artinya masyarakat Bali masih mengharapkan sembako di masa pandemi, dan kami pun memberikan kepada warga yang benar-benar terdampak,” ungkapnya Selasa (31/8/2021).

Ketua DPD Demokrat Bali, I Made Mudarta menjelaskan, tidak hanya Kader saja yang melakukan aksi Bulan Bakti Sosial, tetapi para pengurus pun tidak luput harus ikut andil, bahkan untuk memeriahkan hari jadi yang ke-20 Partai Demokrat Bali juga menggelar lomba dengan enam kategori yaitu, lomba menggambar dengan dua kategori yaitu karikatur dan melukis, lomba design, lomba menyanyi ciptaan Bapak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), lomba video pendek dengan durasi lima menit, lomba menulis dengan dua kategori jurnalis dan umum, dan lomba fotograhpy dengan dua kategori profesional dan jurnalis.

Baca Juga:  Satpam di Bali Jadi Satgas Covid-19

Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi Partai Demokrat di era pandemi kepada masyarakat Bali untuk bisa berkreasi, berkarya di rumahnya. Bahkan dalam Bulan Bakti Sosial Demokrat pihaknya menggunakan dana sukarela para pengurus, dan bagi anggota fraksi wajib menyisihkan pendapatan bulananya untuk bisa mensukseskan Bukan Bakti Sosial Partai Demokrat.

“Lomba sudah dimulai dari 12 Agustus hingga 28 Agustus, yang dilanjutkan dengan penilaian yang dilakukan oleh tim juri dan diumumkan pada 1 September 2021, lalu di 2 Sepetember hadiah juara 1,2 dan 3 serta kepada seluruh peserta akan mendapatkan piagam penghargaan,” ucapnya seraya menambahkan bagi peserta lomba juara 1 akan dilombakan pada tingkat nasional.

Mudarta menambahkan, Bali sangat terdampak perekonomian sebab Bali yang hanya tertuju pada sektor pariwisata dan sudah 16 bulan lebih pariwisata di Bali lumpuh akibatnya pertumbuhan ekonomi Bali minus 5 kwartal. “Artinya, kondisi ekonomi di Bali sangat berat, sehingga untuk bisa menutaskan perlu peran masyarakat untuk mematuhi prokes dan pemerintah pun harus bisa menyelesaikan keterpurukan ekonomi Bali dengan membuka kembali pariwisata Bali,” jelasnya.

Baca Juga:  Giri Prasta Serahkan Hibah Tanah HGB, Ini Kata Sada Dego

Ditegaskannya, langkah Demokrat Bali dalam berkoalisi bersama rakyat merupakan bentuk serapan aspirasi masyarakat yang tidak direspon oleh pemerintah, bahkan penerapan kebijakan seperti PPKM sampai berskala level, yang imbas perekonomian cukup dirasakan oleh masyarakat Bali. Secara umum masyarakat Bali bisa diam di rumah hanya tiga bulan saja dan lebih dari itu banyak masyarakat yang berkeberatan, apalagi bantuan pemerintah yang tidak merata akibat pendataan yang kurang akurat.

Baca Juga:  Jaga Kelestarian Sungai, Komunitas Peduli Sungai Denpasar Bersihkan Tukad Ayung

“Data yang digunakan pemerintah di era pandemi dipakai data yang sebelum pandemi, padahal kalau dilihat data dimasa pandemi, masyarakat yang pendapatannya tergolong diatas rata-rata banyak yang sudah dibawah garis. Hal seperti ini yang kurang menjadi perhatian Pemerintah. Bahkan sampai ada bantuan yang di sunat. Maka dari itu kami Demokrat memilih berkoalisi dengan rakyat, sebab kondisi sekarang masyarakat berjuang sendiri, beli masker sendiri, test swab sendiri bahkan di masa covid-19 dijadikan ladang bisnis,” tegas Mudarta Politisi asal Bumi Makepung. (tim/kb)