Vaksin Sinopharm Aman, 30 Disabilitas di Denpasar Ikuti Vaksinasi Covid-19

Denpasar
Foto : Disabilitas di Kota Denpasar mengikuti vaksinasi Covid-19

DENPASAR, Kilasbali.com – Disabilitas di Kota Denpasar, tepatnya di Desa Dauh Puri Kaja yang berjumlah 14 orang dan di Desa Sumerta Kelod yang berjumlah 16 orang, menerima vaksinasi Sinopharm dari Dinas Kesehatan Kota Denpasar.

Kabid Bina Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan  Kota Denpasar dr. IB Gede Eka Putra berharap setelah mendapatkan vaksinasi ini, para disabilitas bisa tetap sehat dan produktif serta terhindar dari paparan Covid-19.

dr. Eka Putra juga mengimbau agar mereka tetap menerapkan protokol kesehatan, mengikuti anjuran dan kebijakan pemerintah serta menjalani Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Baca Juga:  Gubernur Koster Ajak Kompak Bangkitkan Pariwisata Bali

“Vaksinasi Sinopharm sangat aman bagi disabilitas yang telah mendapatkan uji klinis dan halal. Namun usai menerima vaksin para disabilitas harus tetap disiplin menerapkan prokes,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara Kamis juga memantau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi penyandang  disabilitas di Desa Dauh Puri Kaja dan Desa Sumerta Kelod.

Menurut Sagung Antari, disabilitas memiliki hak yang sama dalam menerima pelayanan vaksinasi Covid-19.

Baca Juga:  Update Covid-19 Harian Kota Denpasar, Kasus Sembuh Melejit di Angka 160 Orang

Ia meminta kepada disabilitas dan keluarga pendamping untuk tetap semangat ditengah situasi saat ini dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Tetap semangat dalam situasi pandemi saat ini, dan usai menerima vaksinasi untuk tetap disiplin menerapkan  protokol kesehatan,” ucapnya.

Sagung Antari juga menjelaskan vaksinasi Covid-19 di Kota Denpasar sudah di mulai dari tanggal 25 Agustus 2021 lalu.

Baca Juga:  DPRD Denpasar Sahkan Ranperda Kota Layak Anak dan Perubahan APBD Menjadi Perda

“Diharapkan pada akhir bulan September semua penyandang disabilitas sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19. Untuk pelaksanaan vaksinasi yang kedua akan dilakukan setelah 21 hari dari vaksin dosis pertama”, imbuhnya.

Ia juga menyatakan TP PKK Kota Denpasar terus melakukan pemantauan vaksinasi agar semua penyandang disabilitas mendapatkan pelayanan dan berharap TP PKK desa dan kelurahan agar ikut turun mendata masyarakat.(sgt/kb)