Vaksinasi Massal di Ubud, Warga Peliatan “Dianaktirikan”

Gianyar News Update
Foto: Sebagai penyokong pariwisata Ubud, warga Peliatan berharap vaksinasi massal

GIANYAR, Kilasbali.com – Di tengah pelaksanaan vaksinasi massal di Ubud, Gianyar, ternyata hanya empat desa yang difokuskan menjadi percontohan green zone. Sementara Desa Peliatan, Ubud yang menjadi salah penyokong satu kawasan pariwisata Ubud dibidang seni budaya justru tidak diprioritaskan. Kondisi ini membuat, warga Peliatan merasa dianaktirikan dalam pelaksanaan vaksinasi.

Wardana, seorang tokoh warga Peliatan mengungkapkan, dirinya sebagai warga desa Peliatan merasa heran, karena sejumlah desa yang dipinggiran justru lebih diutamakan dalam pelakasanaan vaksinasi ini.

Sementara Peliatan yang menjadi pintu masuk Ubud, penyokong dari sisi sumber daya manusianya dan infrastruktur sentral parkir, tidak masuk zona prioritas dalam menciptakan Ubud zona bebas Covid-19.

Baca Juga:  Viral Video Diduga Lecehkan Agama Hindu, Desak Minta Maaf Lengkap dengan Materai

Seperti diketahui, desa/kelurahan yang masuk dalam percontohan green zone hanya Kelurahan Ubud, Desa Petulu, Desa Kedewatan dan Desa Sayan. Desa Peliatan terdiri dari 10 banjar, hampir semua selama ini berperan dalam menyokong pariwisata Ubud. Satu di antaranya Banjar Tebesaya.

Selama ini, kata dia Banjar Tebesaya bisa dikatakan sebagai pintu masuknya Ubud. Sebab, kata dia, Banjar Tebesaya menjadi tempat parkir bus-bus besar yang membawa wisatawan. Dan di pusat pariwisata Ubud hanya di Tebesaya saja yang menyediakan parkir khusus bus. “Begitu masuk kawasan wisata Ubud, wisatawan yang datang menggunakan bus itu turunnya di Tebesaya,” ujarnya.

Tak hanya itu, dalam upacara plebon Puri Agung Ubud, kata dia, lokasi kremasinya juga di kawasan Banjar Tebesaya. Sementara kawasan Peliatan lainnya, juga banyak dikunjungi oleh wisatawan.

Baca Juga:  Denpasar Catat Penambahan Pasien Sembuh 18 orang

Baik datang untuk belajar kesenian, membeli kerajinan tangan hingga makan di restoran Bebek Tepi Sawah, yang selama ini menjadi tempat makannya wisatawan maupun pejabat negara.

“Desa Peliatan yang memiliki peran penting dalam pariwisata Ubud, seharusnya juga mendapatkan vaksinasi massal, sehingga program green zone Covid-19 bisa lebih maksimal,” ujarnya

Secara Terpisah, Kabid Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Gianyar, Anak Agung Anom Sukamawa mengatakan, semua warga di Kecamatan Ubud akan mendapatkan vaksin Covid-19. Namun hal tersebut dilakukan secara bertahap.

Baca Juga:  Pantau Kegiatan Shalat Tarawih, Ini Arahan Dandim Gianyar

“Desa Peliatan, Lodtunduh,  Mas juga akan dilaksankan vaksinasi. Ini yang di Ubud prioritas dulu karena ketentuan pusat, jika pun semua sekalian diambil itu tidak bisa karena keterbatasan vaksin,” ujarnya.

Selain itu, kemampuan petugas dan jumlah vaksin juga terbatas. Bahkan pihaknya kini terpaksa menghentikan sementara vaksin pertama, difokuskan vaksin untuk kedua, karena vaksin pertama sudah habis. “Semua pada akhirnya akan dapat. Pelaksanaannya bertahap karena pabrik vaksin ada batas produksinya,” pungkasnya. (ina/kb)