Warga Kertalangu Senang Dapat Berbagai Sosialisasi dari Satgas TMMD

Denpasar Pendidikan Sosial
Warga Kertalangu Senang Dapat Berbagai Sosialisasi dari Satgas TMMD

DENPASAR, Kilasbali.com – Kegiatan sasaran non fisik Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa atau TMMD Ke 109 Kodim 1611/Badung Tahun Anggaran 2020 berlanjut dengan acara sosialisasi tentang hukum dan Kamtibmas.

Sosialisasi tersebut diberikan kepada masyarakat Banjar Kertalangu, Kamis (15/10/2020) lalu dengan menghadirkan nara sumber Perwira Unit Satu Binmas Polsek Denpasar Timur Ipda Nyoman Triy Adi, S.H., bertempat di Balai Banjar Kertalangu, Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur.

Di awal kegiatan Kelian Adat Banjar Kertalangu Ida Bagus Bima Putra menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim sosialisasi Satgas TMMD Ke 109 Kodim 1611/Badung dan warga masyarakat yang hadir dalam sosialisasi tentang hukum dan Kamtibmas tersebut di tengah Pandemi COVID-19.

Harapannya hasil dari kegiatan sosialisasi ini agar warga masyarakat bisa memahami dan nantinya menginformasikan kepada sanak keluarga dan lingkungan sekitar tentang pentingnya pemahaman hukum dan keamanan ketertiban masyarakat atau Kamtibmas

Sementara itu Ipda Nyoman Triy Adi, S.H., didampingi Danramil 1611-06/Petang Kapten Inf I Wayan Suara mengatakan penyuluhan hukum dan Kamtibmas ini bertujuan untuk memberikan gambaran proses hukum kepada masyarakat dan juga untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mentaati dan mematuhi setiap proses hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia.

“Hukum adalah peraturan yang berupa norma dan sanksi yang dibuat dengan tujuan untuk mengatur tingkah laku manusia, menjaga ketertiban, keadilan, dan mencegah terjadinya kekacauan,” ucapnya.

Baca Juga:  Antisipasi Banjir, PUPR Denpasar Bersihkan Sungai

Penyuluhan ini sangat baik untuk menyampaikan informasi tentang berbagai pelanggaran hukum yang kini marak berkembang di tengah kehidupan masyarakat serta membangkitkan rasa kepedulian masyarakat dalam memelihara Kamtibmas di daerahnya masing-masing.

Sambungnya, kegiatan ini sangat berpengaruh positif bagi anak-anak generasi muda dan masyarakat agar tidak melanggar hukum. Penyuluhan ini juga menargetkan bagaimana masyarakat dan para generasi muda dapat menambah wawasan dan pengetahuannya tentang hukum dan Kamtibmas.

Sementara itu, Kapten I Wayan Suara menyampaikan sebelum sosialisasi tentang Hukum dan Kamtibmas, Satgas TMMD Ke 109 Kodim 1611/Badung juga telah memberikan sosialisasi tentang Pertanian yang juga digelar Balai Banjar Bising Senin (12/10/2020) lalu.

Baca Juga:  Pasien Sembuh Bertambah 30 Orang

Dalam sosialisasi materi Pertanian tersebut Satgas TMMD Ke 109 Kodim 1611/Badung menggandeng Penyuluh Muda Pertanian Kota Denpasar Marcella Wayan Kartika Rini, S.P.

Kartika Rini mengatakan sosialisasi ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan wawasan masyarakat dalam sektor pertanian. Sosialisasi ini sangat diperlukan mengingat Banjar Biaung mempunyai lahan produktif yang sangat luas dan potensi pertanian yang sangat bagus.

“Kami berharap dengan dilaksanakannya sosialisasi pertanian masyarakat Banjar Biaung bisa bertambah dan pendapatannya pun meningkat,” ungkapnya.

Kepala Dusun Banjar Biaung I Wayan Suwana mengatakan warga masyarakatnya sudah dua kali mendapat sosialisasi. Sebelumnya tentang Narkoba dan saat ini tentang pertanian.

Harapan Wayan setelah diberikannya sosialisasi tentang pertanian ini, wawasan dan pengetahuan warga masyarakat Banjar Biaung semakin bertambah dan mengerti dengan pola bertani yang baik dan benar untuk mendapatkan hasil yang memuaskan nantinya.

Baca Juga:  Kabar Baik, Pasien Sembuh di Denpasar Bertambah 41 Orang

Senada Kelian Adat Banjar Biaung Ketut Sudiarsa juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Tim Sosialisasi Satgas TMMD Ke 109 Kodim 1611/Badung.

Dirinya sangat bahagia dengan adanya sosialisasi pertanian tersebut di Banjar Biaung yang merupakan rangkaian kegiatan non fisik TMMD Ke 109 Kodim 1611/Badung.

Ketut juga menyampaikan bahwa situasi pertanian sekarang khususnya di Banjar Biaung sangat krisis, dulu luasnya hektaran sekarang hanya beberapa are. Harapan Ketut supaya kedepannya bisa dicegah dengan adanya alih fungsi lahan untuk pembangunan pemukiman.

“Dengan adanya sosialisasi pertanian ini masyarakat bisa meningkatkan hasil olahan lahan pertanian termasuk untuk menjaga lahan sawah agar tidak dijadikan lahan pemukiman. Seperti saat ini, kita di tengah situasi Pandemi COVID-19, sektor pertanian menjadi tumpuan dan bisa dikatakan sangat menyelamatkan kita dalam memenuhi kebutuhan pangan,” ucapnya lugas. (sgt/kb)