Warga Munduk Tumpeng Kaja Protes Keberadaan Makam Milik Warga Surabaya

Jembrana
Foto: Sebuah makam milik warga asal Surabaya yang terletak di utara waduk Bendungan Benel, di Banjar Munduk Tumpeng Kaja, Desa Berangbang, Kecamatan Negara.

JEMBRANA, Kilasbali.com – Sebuah makam milik warga asal Surabaya yang terletak di utara waduk Bendungan Benel, di Banjar Munduk Tumpeng Kaja, Desa Berangbang, Kecamatan Negara, diprotes warga. Pasalnyanya, makam ini di bangun di wilayah hulu desa dan dianggap menimbulkan kesan miring terhadap Desa Berangbang.

Kelihan Tempek Giri Sari, I Ketut Sutarma (58) mengatakan, makam pribadi itu dibangun tahun 2018 lalu. Sosialisasi pembangunan makam hanya dilakukan sekali bahkan disaat pengerjaannya sudah berlangsung.

Bahkan warga penyanding di Tempek Giri Sari, Banjar Munduk Tumpeng Kaja telah berusaha menyuarakan penolakan dengan pertimbangan lokasi pembangunannya di wilayah hulu, namun pembangunan tetap berjalan.

“Dari awal kami di sini sudah jelas menolak. Karena selain menjadi penyanding, kita juga berpikir lokasinya. Masak kuburan ada di atas Tri Kahyangan kita di desa. Dekat lokasi sini juga ada Pura Jagat Berangbang Agung. Sebenarya kami tidak keberatan kalau ada makam begitu. Tetapi lokasinya yang tidak tepat. Kalau mau bangun begitu, apa tidak bisa carikan tempat di bawah,” ujarnya, Jumat (20/9/2019).

Menurutnya, banyak warga luar desa juga mempetanyakan izin pembangunan makan ini. Bahkan sejumlah warga luar desa diakuinya mencibir pembangunan ‘rumah’ makam di hulu ini. Ia pun mempertanyakan alasan orangtua dari warga Surabaya itu sampai dimakamkan di Desa Berangbang. Padahal informasi yang diperolehnya, dulunya tinggal di Sangsit, Buleleng.

“Sejak ada makam itu, sejumlah kejadian niskala terjadi. Seperti ada wanita asal Manistutu yang kerauhan di sekitar lokasi dan berbicara bahasa Mandarin hingga harus diupakarai,” tuturnya.

Sementara mantan Perbekel Berangbang, I Gusti Putu Supradnya mengatakan bahwa bangunan itu bukan kuburan, tetapi hanya persemayaman yang di bangun di tanah milik warga Surabaya yang tertarik dengan panorama alam Bendungan Benel.. (gus/kb)