BulelengPolitik

Tower Turyapada KBS 6.0 Kerthi Bali

Supriatna Harap Membawa Dampak Positif Bagi Masyarakat

SINGARAJA, Kilasbali.com – Pembangunan Tower Turyapada KBS 6.0 Kerthi Bali di Desa Pegayaman, Buleleng akan membawa dampak positif kepada masyarakat khususnya masyarakat Buleleng karena selain untuk siaran tv juga akan ada tempat rekreasi baru bertaraf internasional.

Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna mengungkapkan, pembangunan Tower Turyapada akan memuat berbagai wahana hiburan serta pendidikan di dalamnya.

“Mudah-mudahan dengan adanya tower yang sudah mulai dikerjakan akan menjawab aspirasi masyarakat terkait siaran TV di Kabupaten Buleleng serta memberikan dampak positif bagi perekenomian masyarakat di sekitarnya,” ujarnya belum lama ini.

Baca Juga:  Senderan Ambrol Ancam Pemukiman

Seperti diberitakan sebelumnya, bertepatan dengan rahina Tumpek Krulut, Gubernur Bali Wayan Koster melakukan peletakan batu pertama pembangunan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali, di Desa Adat Amertasari, Pegayaman, Sukasada, Buleleng, Sabtu (23/7). Upakara niskala peletakan batu pertama dipuput Ida Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun.

Pembangunan Turyapada ini, merupakan pemenuhan janji politik Gubernur Bali, Wayan Koster, pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur tahun 2018 kepada masyarakat Buleleng.

“Yang menjadi janji politik, sesungguhnya adalah pembangunan tower biasa yang berfungsi untuk mengatasi terbatasnya jangkauan siaran televisi (blankspot), khususnya di wilayah Buleleng. Tanpa bantuan antena parabola, masyarakat Buleleng tidak dapat menikmati siaran televisi,” kata Koster kala itu.

Baca Juga:  Screening Pra Nikah, Cegah Stunting

Dijelaskan, membangun tower dalam satu kawasan terpadu berupa Taman Teknologi Komunikasi Bali Smarts. Tower dalam filosofi kearifan lokal Bali disebut “Turyapada”, melambangkan hubungan antara akasa-pertiwi, purusa-pradana yang menjadi sumber kekuatan kehidupan masyarakat dunia.

“Turyapada Tower merupakan analogi bentuk Orti dan Bale Kul-kul sebagai media komunikasi masyarakat Bali secara tradisional dalam aktivitas adat, agama, tradisi, seni, dan budaya,” ujarnya. (m/rl/kb)

 

Berita Terkait

Back to top button