CeremonialDenpasar

Jaksa Agung Dukung Pembangunan PKB

Hibahkan Lahan Rampasan Negara 7,6 Hektar

DENPASAR, Kilasbali.com – Jaksa Agung Republik Indonesia, Burhanuddin mengucapkan selamat kepada Gubernur Bali, Wayan Koster dalam menggunakan hibah barang rampasan negara sebagai pembangunan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) dan prasarana pengendalian banjir Tukad Unda serta waduk Muara Unda di Kabupaten Klungkung dengan total 43 sertifikat dan lahan seluas 7,6 hektar.

Hal itu disampaikan Jaksa Agung RI usai menyaksikan penandatanganan naskah hibah antara Kejaksaan RI dengan Pemerintah Provinsi Bali tentang Hibah Barang Milik Negara yang berasal dari barang rampasan negara di Sasana Adhyaksa Kejaksaan Tinggi Bali yang juga dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Ade T Sutiawarman, Bupati Klungkung, Wakil Ketua DPRD Klungkung, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) se-Bali, dan Kepala BPKAD Provinsi Bali, Jumat (2/9).

Burhanuddin menyampaikan penyerahan 43 sertifikat dengan lahan seluas 7,6 hektar yang terletak di kawasan Pusat Kebudayaan Bali merupakan bentuk komitmen dan dukungan Kejaksaan Agung RI untuk mendukung pembangunan PKB maupun pembangunan prasarana pengendalian banjir Tukad Unda dan waduk muara Unda di Klungkung.

Baca Juga:  Dorong Pemanfaatan EBT, Pemprov Sosialisasikan Penggunaan PLTS Atap

“Kami berharap lahan tersebut digunakan dengan sebaik -baiknya dan memberi manfaat yang sebesar -besarnya bagi kesejahteraan masyarakat Bali khususnya, dan Indonesia pada umumnya,” tegasnya.

Jaksa Agung menyatakan, apa yang sudah dihibahkan dapat menjadi tonggak, jangan sampai terjadi korupsi lagi, mengingat tanah yang dihibahkan merupakan barang rampasan negara yang dihibahkan oleh Kejaksaan RI kepada Pemerintah Provinsi Bali. Jaksa Agung mendoakan Gubernur Bali yang juga merupakan sahabatnya selalu diberikan kesuksesan dalam periode pemerintahannya.

“Saya doakan sahabat saya, Bapak Wayan sukses selalu, dan Kami berharap sinergitas yang sudah terjalin dengan Pemprov Bali ke depannya semakin terjalin dengan baik. Kalau ada milik Kejari yang diperlukan dan tidak digunakan, kami siap berkolaborasi seraya meminta agar aset yang dihibahkan pada siang hari ini agar segera ditindaklanjuti proses lanjutannya,” pungkasnya.

Baca Juga:  Herd Immunity PMK

Sementara itu, Wayan Koster mewakili Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat Bali menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Jaksa Agung atas perannya dalam menghibahkan lahan seluas 7,6 hektar di kawasan PKB.

“Bapak Jaksa Agung telah berkontribusi besar terhadap upaya kami untuk memajukan kebudayaan Provinsi Bali di Kawasan Pusat Kebudayaan Bali sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru,” katanya.

Wayan Koster juga memohon izin kepada Jaksa Agung untuk membantu dihibahkan lahan milik Pemerintah Kabupaten Klungkung yang masih menunggu persetujuan rekomendasi atau pendapat hukum dari Kejari Kabupaten Klungkung, supaya program pembangunan di kawasan Pusat Kebudayaan Bali berjalan lancar serta selesai tepat waktu.

Baca Juga:  Primo Rasendriya Rilis Album Perdana Berjudul "Kisah Sempurna"

Koster melaporkan, bahwa saat ini di Kawasan Pusat Kebudayaan Bali sedang berlangsung pematangan lahan, dan pada Tahun 2023 rencana akan dimulai pembangunan fisik sampai Tahun 2024. Untuk pendanaan pembangunan kawasan PKB didapatkan dari bantuan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Tahun 2020, dan baru terealisasi Tahun 2021 sebesar Rp 1,5 triliun tanpa bunga atas prakarsa dari Menteri Bapennas RI, Suharso Monoarfa.

“Jadi pembangunan kawasan Pusat Kebudayaan Bali dimaksudkan untuk menciptakan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru dan menyeimbangkan pembangunan antara Bali Selatan, Utara, Barat, Timur serta Bali Tengah. Dimana secara khusus Kabupaten Karangasem, Kabupaten Bangli, dan Kabupaten Gianyar akan mendapatkan dampak perekonomian dari pembangunan tersebut,” pungkas Koster. (m/kb)

Berita Terkait

Back to top button