Ekonomi BisnisGianyarSosial

SP3, Pedagang PRG Tetap Ogah Berjualan

GIANYAR, Kilasbali.com – Jika peluang tidak menjanjikan, pedagang tidak bisa dipaksa untuk tetap berjualan. Hal ini terjadi di Pasar Rakyat Gianyar (PRG).

Ratusan pedagang tetap ogah berjualan dna memilih berjualan ke tempat alternatif lainnya. Karena di tempatnya yang baru ini, sementara ini belum memenuhi target penjualan. Hingga diganjar Surat Peringatan ke tiga (SP3) pun pedagang ini tetap ogah berjualan.

Kondisi ini membuat Disperindag Gianyar harus melakukan berbagai upaya. Sejumlah upaya dilakukan agar seluruh pedagang yang sebelumnya berjualan di Pasar Umum Gianyar agar kembali berjualan di gedung yang anyar. Namun kenyataannya, sampai warning ketiga, masih ada 707 pedagang dari 1.841 pedagang yang belum berjualan.

Baca Juga:  IDCamp Developer Challenge 2022

Kepala Pasar Rakyat Gianyar, Nengah Mawa Arnata, Senin (6/9) menjelaskan sejak pemberian warning pertama sampai ketiga, hanya sedikit pedagang yang mengindahkan surat peringatan tersebut.

Ketika diberikan warning pertama, banyak yang mau jualan, dan ketika warning ketiga hanya sedikit yang mengindahkan warning tersebut. Sedangkan untuk tetap ramai dan berjualan pedagang, seluruh pedagang pedagang yang masih berjualan di luar PRG sudah dimint berjualan di PRG.

“Kami di PRG sudah berusaha, namun untuk keseriusan dan hak pedagang, maka usulan kami hak berjualan mereka akan dicabut,” jelas Mawa Arnata. Walau demikian, pencabutan hak berjualan kepada 707 pedagang masih menunggu keputusan pimpinan.

Baca Juga:  Bali Siap Sambut World Tourism Day 2022

Dari data yang dibeber, jumlah toko sebanyak 143 yang belum berjualan sebanyak 91 pedagang. Kios sebanyak 18, yang belum berjualan sebanyak 18, lantai dasar sebanyak 254 lapak yang belum berjualan sebanyak 30 pedagang.

Pada lantai 1, dari 320 tempat belum terisi sebanyak 178. Pada lantai 2, dari 322 tempat yang belum terisi 117. Di lantai 3 dari 322 tempat yang belum terisi sebanyaj 241. Dan pada lantai 4 dari 382 tempat yang belum terisi sebanyak 65 tempat.

“Keseluruhan tempat sebanyaj 1.841 dan terisi sebanyak 1.134 dan tidak terisi 707 tempat,” jelasnya.

Baca Juga:  Pendekar Lintas Generasi ‘Unjuk Gigi’

Lanjutnya, laporan ini sudah dikirim ke Disperindag untuk mendapat tindak lanjut.
Namun dirinya yakin, diawal-awall konsumen tidak datang. Butuh waktu dua sampai 3 tahun baru ramai.

“Keputusan akhir ada di kepala Dinas, kalau dicabut, maka kami akan membuat kajian lagi bagaimana mencari 707 pedagang baru,” jelasnya.

Kadisperindag Gianyar, Luh Gede Eka Suary ketikaa diminta komentarnya menjelaskan, secara lisan sudah dilaporkan kondisi pedagang di PRG. Tindakan yang akan diambil segera, guna keseluruhan pedagang bisa berjualan.

“Dari laporan resmi itu, kami akan mohon petunjuk bapak Bupati, apakah akan dicabut atau tindakan lain,” pungkasnya. (ina/kb)

Berita Terkait

Back to top button