News UpdatePeristiwaTabanan

Bocah 11 Tahun Meninggal Tertimbun Longsor

TABANAN, Kilasbali.com – Hujan lebat yang melanda Tabanan tak hanya memicu bencana, akan tetapi juga memakan korban jiwa. Bocah berusia 11 tahun, I Putu Aldi Prayoga meninggal dunia tertimbun tanah longsor yang menerjang rumahnya di Banjar Apuan, Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

Peristiwa bencana alam yang mengakibatkan korban yang masih duduk di bangku kelas VI SD meninggal dunia terjadi sekitar pukul 07.15 Wita, Senin (17/10).

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia menjelaskan sekitar pukul 07.50 Wita, personel SPKT Polsek Baturiti menerima laporan dari Kepala Kewilayahan Banjar Apuan yakni Agus Sucita.

Dalam laporannya, Gus Sucita menyebutkan terjadi bencana alam Tanah Longsor yang menimbun rumah warga milik I Kadek Mega Antara (35) di Banjar Apuan, Desa Apuan, Kecamatan Baturiti. Kemudian Personil Polsek Baturiti melaksanakan evakuasi bersama masyarakat Banjar Apuan, Desa Apuan, Kecamatan Baturiti menggunakan alat-alat seadanya.

“Upaya evakuasi dimulai Pukul 08.05 Wita, setengah jam kemudian atau tepatnya pukul 08.30 Wita. Korban ditemukan di dalam runtuhan bangunan dan tanah yang longsor dengan kedalaman 2 meter. Saat ditemukan korban sudah tidak bernyawa lagi,” jelasnya.

Sementara itu orang tua korbanan, Kadek Mega Antara (35) sangat kehilangan anak pertamanya ini. Mega menuturkan, pada Senin dini hari, pukul 00.30 Wita, dirinya baru pulang dari bekerja sebagai seorang butler di Canggu ini sempat mengobrol dengan istrinya, Ayu Marwati dan anak-anaknya sudah tidur.

Baca Juga:  “Megibung”, Sanjaya Santap Nila Nyatnyat

Kata dia, Mega tidur di kamarnya bersama dengan istri dan anak keduanya, Made Amelia Apsari, (6), sedangkan Aldi, anak pertamanya tidur di kamar terpisah. Saat tidur ini pun, Mega mengaku tidak mendengar apa-apa kecuali suara hujan deras. Ketika longsor terjadi, Mega mengaku kejadiannya benar-benar mendadak.

Ketika dirinya terbangun, Mega sudah mendapati material longsor sudah memenuhi kamarnya dari kakinya juga sudah tertimbun longsor. Karena panik, Mega kemudian menarik anak dan istri dan langsung mencoba menyelamatkan Aldi di kamar sebelahnya.

Namun karena panik, Mega mengaku tidak bisa maksimal dalam menggali material longsor dan saat itu juga terjadi longsor susulan dan dirinya juga tertimpa pohon pisang, sehingga upaya penggalian dengan tangan kosong diakuinya tidak maksimal. “Anak saya ditemukan sudah meninggal oleh warga, dalam posisi tertidur masih menggunakan selimut,” tuturnya sambil menahan air matanya.

Baca Juga:  Delegasi Dunia Memuji Bali

Sampai Senin sore (17/10), jenazah Aldi masih di semayamkan di rumah kakeknya di Banjar Apuan, Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, Tabanan. Rencananya upacara kremasi akan dilakukan pada Rabu besok (19/10) di krematorium di jalan Cekomaria Denpasar. (m/kb)

 

Berita Terkait

Back to top button