Ekonomi BisnisGianyar

Minim Penyewa, Videotron Pojok Taman Kota Ciung Wanara Belum Masuk Objek Pendapatan

    GIANYAR, Kilasbali.com – Minim penyewa, proyeksi pendapatan asli daerah dari videotron yang dibangun Pemkab Gianyar belum terealisasi maksimal. Syukurnya, videotron yang berdiri di pojok Taman Kota Ciung Wanara tersebut belum masuk dalam objek pendapatan.

    Dari data yang diterima, tahun 2022 pendapatan dari videotron tersebut sebesar Rp 610 Juta yang berasal dari pajak reklame Rp 121,8 juta dan sewa Rp 488 juta. “Ini realisasi tahun lalu, karena masih suasana covid, belum sampai seluruh potensi disewakan,” ujar Sekdis Kominfo, Putu Manik, Suhartanta, Senin (10/4).

    Baca Juga:  Ambarrukmo ‘berKelana di Bali’, Kenalkan Tiga Intellectual Property di Geo Open Space

    Selain karena situasi Covid-19, videotron belum masuk objek distribusi. Kata dia, untuk menjadikan objek distribusi merupakan ranah BPKAD. “Target pendapatan belum ada, karena belum menjadi objek retribusi, kami masih mengusulkan ke BPKAD untuk dijadikan obyek retribusi,” terangnya.

    Menurut Manik, sesaui perbup 85 tahun 2021 atas perbuham perbup 41 tahun 2020 tentang Pengelolaan Videotron Pemerintah Daerah, diizinkan maksimal menyewakan 75% spot (583.200 spot) setahun dengan potensi nilai mencapai  Rp 1,2 miliar per tahun. Terdiri dari nilai sewa Rp 976,2 juta dan pajak reklame Rp 243,7 juta.

    Baca Juga:  Menang di Pengadilan, Sertifikasi Lahan Terganjal Adat?

    “1 spot sama dengan 30 detik, sampai saat ini baru dua perusahaan yang pernah menyewa.   Kami sulit mengecil karena belum menjadi objek retribusi, karena mekanisme pemanfaatan BMD dengan sewa lumayan prosesnya,” ungkap manik.

    Videotron milik Pemkab Gianyar. Foto/ist

    Sebagaimana diketahui, proyek videotron atau Led Tv di luar ruangan ini sebesar Rp 1,6 miliar. Videotron ini diklaim menjadi yang terbesar di Bali dengan biaya pemeliharaan sebesar Rp 9 juta per bulan. Diproyeksikan videotron raksasa seharga Rp1,6 miliar milik Pemkab Gianyar akan kebanjiran iklan dari perusahaan perbankan dan hotel.

    Bupati Gianyar Made Mahayastra mengaku iklan itu bisa menutup biaya operasional, sehingga Videotron bisa beranak atau dibuat di lokasi strategis lainnya. Bupati Mahayastra mencontohkan videotron ukuran yang lebih kecil di Sanur ada bank mengontrak per tahun Rp 295 juta, sehingga dalam waktu setahun, diyakini akan balik modal. (ina/kb)

    Baca Juga:  Wow!!! Transaksi Travex BBTF Ditarget Capai Rp 7,61 Triliun

     

    Back to top button