GianyarPemerintahan

Gianyar Studi Tiru ke Kota Mataram

    GIANYAR, Kilasbali.com – Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu kota yang memiliki Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) yang sangat aktif, bahkan merupakan yang terbaik dan teraktif di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

    Mendengar gaung KIM Kota Mataram yang baik, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gianyar yang sedang gencar membentuk KIM melakukan studi tiru ke Kota Mataram.

    Pimpinan rombongan Diskominfo Gianyar Ni Luh Made Astiti mengungkapkan kunjungannya ke mataram dimaksudkan untuk mengetahui pengelolaan dan pembinaan KIM.

    Dikatakannya, saat ini di Gianyar baru terbentuk 1 KIM yang berada di Desa Peliatan. Pihaknya telah bersurat ke semua desa/kelurahan terkait pembentukan KIM.

    Baca Juga:  1.542 PPPK Guru-Nakes di Tabanan Jalani Pelantikan

    “KIM kini telah difasilitasi platform digital oleh Kementerian Kominfo melalui web kim.id, inilah yang sedang kami sampaikan ke desa/kelurahan,” ucapnya.

    Diterima di Kantor Diskominfo Kota Mataram, Senin (24/7) oleh Kepala Diskominfo Kota Mataram I Nyoman Suandiasa mengatakan bahwa KIM di Kota Mataram mulai terbentuk sejak tahun 2017.

    “Kami mulai membentuk KIM tahun 2017 dengan 10 KIM dan hingga saat ini telah ada 41 KIM,” ujarnya.

    Meningkatkan kualitas KIM, Suandiasa menuturkan terus melakukan pembinaan kepada anggota KIM, melalui bimtek dan pelatihan jurnalistik.

    Baca Juga:  BIN, TNI/Polri, dan BNPT Sukses Jaga Situasi Kondusif Selama WWF ke-10

    “Kami rutin melakukan bimtek setiap tahunnya, agar kualifikasi terpenuhi serta produk yang dihasilkan oleh KIM dapat dipertanggungjawabkan,” lanjutnya.

    Sementara itu, Koordinator KIM Sekarbele, Hadi mengungkapkan bahwa peran KIM  sebagai Komunitas Informasi Masyarakat sangat membantu masyarakat dalam memperoleh informasi yang valid serta mewartakan potensi suatu wilayah.

    “Jadi kami secara aktif membantu mempublis kegiatan yang ada disekitar, untuk itu kami juga diberi pelatihan jurnalistik sehingga bisa peka terhadap keadaan sekitar,” jelasnya.

    Dalam perjalanannya, KIM Kota Mataram secara rutin mendapatkan pembinaan dan dukungan sarana prasarana baik dari Diskominfo Kota Mataram ataupun dari Anggota DPRD melalui dana Pokir.

    Baca Juga:  Pemprov Bali Cegah Ini Dunia Maya

    “Kami mendapat uang saku dan sarana prasarana berupa laptop dan akses wifi. Ada yang mendapat dari Diskominfo dan ada dari dana Pokir anggota DPRD Kota Mataram,” bebernya.

    Dirinya mencontohkan saat terjadinya Gempa Lombok tahun 2018 dimana KIM secara gotong royong turun langsung memberikan informasi kepada masyarakat secara valid serta memberikan klarifikasi atau pemahaman tentang berita hoax yang beredar. (ina/kb)

    Back to top button