DenpasarSosial

Ini Jumlah Kampung Berkualitas di Kota Denpasar

    DENPASAR, Kilasbali.com – Sejak pada tahun 2022, di Kota Denpasar terdapat 8 Kampung Keluarga Berkualitas. Sementara di tahun 2023, kembali bertambah sebanyak 19 Kampung Berkualitas.

    “Jadi jika ditotal hingga tahun ini, sudah terbentuk 27 Kampung Keluarga Berkualitas (KB) sesuai jumlah desa yang ada,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penduduk DPPPAPPKB, Putu Lely Rahayu saat Pembentukan Rumah Data Kependudukan yang Terintegrasi dengan Kampung KB.

    Kegiatan itu dilaksanakan di ruang pertemuan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPAPPKB) Kota Denpasar, yang diikuti sebanyak 40 peserta dari unsur Pokja Kampung dan Penyuluh KB, Senin (07/8).

    Dijelaskan, kriteria kampung Keluarga Berkualitas salah satunya adalah tersedianya data kependudukan dan informasi keluarga yang berfungsi sebagai basis data dan informasi serta pusat intervensi pembangunan di tingkat mikro wilayah Kampung Keluarga Berkualitas (KB).

    Baca Juga:  Libatkan Wisatawan Asing, Griya Santrian Lepas 52 ekor Tukik

    Rumah Dataku

    Sementara itu, tim Kerja Bidang Dalduk Perwakilan BKKBN Provinsi Bali,  Putu Sumerta menambahkan bahwa saat ini jumlah kampung KB di Bali sebanyak 154 desa, dan jumlah rumah data kependudukan sebanyak 122 (79.2%).

    Dikatakan, Rumah DataKu memiliki keterpaduan dengan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan pembangunan sektor terkait dalam upaya meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat.

    Baca Juga:  Alokasi Pupuk Subsidi ke Petani Tabanan Kembali Meningkat

    “Rumah Data Kependudukan dan lnformasi Keluarga merupakan kelompok kegiatan masyarakat yang berfungsi sebagai pusat data dan informasi kependudukan di tingkat mikro menjadi krusial peranannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” jelasnya.

    Oleh sebab itu, lanjut dia, keberadaan Rumah DataKu penting untuk didirikan di seluruh desa untuk memasok kebutuhan kebutuhan data yang akan digunakan dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan.

    Selain itu, pola kegiatan Rumah DataKu yang berbasis pada partisipasi masyarakat dalam pengelolaan data akan meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya data dan informasi kependudukan bagi pembangunan, serta data-data yang dihasilkan merupakan artikulasi kepentingan masyarakat secara lebih luas.

    Baca Juga:  BIN, TNI/Polri, dan BNPT Sukses Jaga Situasi Kondusif Selama WWF ke-10

    “Ada tiga tujuan yang ingin dicapai melalui pembentukan Rumah Dataku, yakni; membangun kepedulian & kesadaran akan data pada masyarakat desa/kelurahan, membangun kelompok kegiatan dalam bidang data pada tingkat mikro, menyediakan data & analisis kependudukan bagi pemerintah & lintas sektoral,” tuturnya.

    Melalui kegiatan Pembentukan Rumah DataKu ini diharapkan semua Kampung Keluarga nantinya memiliki Rumah DataKu untuk dimanfaatkan data-data yang ada dalam perencanaan di Desa. (Desak Triarsini/bkkbn/kb)

     

    Back to top button