DenpasarEkonomi Bisnis

Omzet Pameran IKM Bali Bangkit Tahap 6 Rp 4 M Lebih

    DENPASAR, Kilasbali.com – Omzet Pameran IKM Bali Bangkit Tahap 6 Rp 4 M Lebih. Hal itu disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Putri Koster saat penutupan pameran tersebut di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Denpasar, Selasa (8/8).

    Dikatakan, penyelenggaraan IKM Bali Bangkit Tahap 6 yang telah diselenggarakan selama 3 minggu, omzet penjualan mencapai total Rp4,526 miliar.

    Menurutnya, peningkatan penjualan ini tidak hanya menunjukkan geliat IKM UMKM yang semakin baik yang bermuara para peningkatan kesejahteraan mereka, tetapi juga menunjukkan tumbuhnya kesadaran konsumen untuk membeli produk kerajinan Bali yang berkualitas dengan harga pantas di IKM Bali Bangkit.

    Dia menambahkan, saat ini dirinya merasa prihatin dengan ulah oknum UMKM nakal yang dengan mudahnya meniru motif gringsing yang merupakan tenun double ikat dan dijual dengan harga yang sangat murah dipasaran.

    Baca Juga:  Indonesia Cetak Berbagai Rekor di WWF ke-10

    Dijelaskan, hal tersebut sangat merugikan para penenun yang ada di Tenganan dan melanggar Indikasi Geografis (IG) yang sudah dimiliki oleh penenun Tenganan, jika hal tersebut terus berlanjut dan merugikan, maka suatu saat bisa dibawa ke ranah hukum.

    Untuk itu, dia meminta para UMKM untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan para pengrajin karena akan memberikan efek domino yang negatif pada pelestarian kain tenun.

    Dia menegaskan, IKM Bali Bangkit yang diselenggarakan secara kontinyu, memiliki pola dan sistem yang sama. Hal ini dilakukan mengingat sesuatu yang dilakukan dengan berkelanjutan dan konsisten baru akan menunjukkan hasil dan dampak yang baik sesuai keinginan.

    Baca Juga:  BIN, TNI/Polri, dan BNPT Sukses Jaga Situasi Kondusif Selama WWF ke-10

    “Pameran ini dilaksanakan secara kontinyu karena kita ingin memperbaiki situasi dan kondisi dari hulu sampai ke hilirnya para pelaku UMKM. Mulai dari produksi, edukasi hingga membangun bakat kemampuan berbisnis para UMKM dan nantinya di hilir bersama UMKM membuka peluang pasar yang lebih luas dan sebelum pasar yang lebih luas dibuka diperlukan kesiapan dari para pelaku UMKM kita,” pungkasnya. (jus/kb)

    Back to top button