Seni BudayaTabananTokoh

Barong Bangkung Budaya dan Tradisi Bali

    Barong Bangkung Budaya dan Tradisi Bali

    TABANAN, Kilasbali.com – Barong Bangkung adalah salah satu jenis tari yang merupakan bagian penting dari budaya dan tradisi Bali.

    Untuk melestarikan budaya dan tradisi Bali serta mempromosikan seni pertunjukan unik ini kepada wisatawan dan masyarakat luas, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mendukung penuh pagelaran lomba Barong Bangkung se-Bali yang digelar di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Sanjaya Tabanan, Jumat, (11/10).

    Dukungan tersebut ditunjukan orang nomor satu di Tabanan dengan menghadiri langsung kegiatan lomba yang dimulai dari pukul 13.00 Wita tersebut hingga usai. Bupati yang saat itu didampingi anggota Komisi IV DPR RI, Ketua DPRD Bali, Ketua DPRD Tabanan beserta beberapa anggotanya, Tjokorda Anglurah Tabanan, dan Kepala OPD terkait, menikmati pertunjukan tari Barong Bangkung yang dipentaskan oleh puluhan Sekaa Barong Bangkung yang sangat energik dan atraktif.

    Sebanyak 12 Sekaa Barong Bangkung yang mengikuti perlombaan, baik dari Tabanan maupun luar Tabanan, dimana dari sekian Sekaa tersebut didominasi oleh para generasi muda usia belasan tahun. Lomba ini juga dapat menjadi sarana hiburan bagi masyarakat dan pendidikan bagi generasi muda tentang warisan budaya Bali.

    Baca Juga:  Hingga Mei 2024, Realisasi Retribusi Parkir Tabanan Sudah 50 Persen

    Terbukti, pertunjukan itu mampu mengundang decak kagum serta mendapat apresiasi dari ribuan penonton yang memadati area GWS saat itu.

    Bupati Sanjaya mengaku sangat bangga dan bersyukur memiliki generasi muda yang penuh kreasi dan inovasi, terlebih, mampu berkontribusi dalam pelestarian tradisi dan budaya adiluhung Bali.

    “Ketika melihat Barong Bangkung, saya selalu teringat, bahwa Barong Bangkung ini kita pentaskan pertama kali di Tabanan tahun 2002 yang saat itu Bapak Adi Wiryatama sebagai Bupati. Saya waktu itu audiensi dengan beliau minta dilaksanakan festival Barong Bangkung pertama di Bali, ada di Tabanan, Tahun 2002. Sudah 21 tahun yang lalu,” kenang Sanjaya.

    Hal ini dikatakan Sanjaya tiada lain agar lebih mudah mengorganisir para sekaa yang terdiri dari banyak komunitas.

    “Harus ada wadah atau lembaga, sehingga Pemerintah gampang membantu dan tidak tumpang tindih. Seperti sekarang ini membuat kegiatan festival ini, sehingga kedepan bisa membuat festival-festival serupa secara bergantian dan nampak bagus. Astungkara kedepan ada forum yang mewadahi sekaa Barong di Tabanan atas inisiasi Pemkab Tabanan melalui Dinas Kebudayaan,” imbuh Sanjaya.

    Baca Juga:  Gerak Cepat Panwascam Se-Tabanan Rekrut PKD

    Begitu perhatiannya terhadap tradisi dan budaya adiluhung Bali, Bupati Sanjaya menginisiasi kegiatan tersebut hingga menjadi seperti sekarang.

    Apalagi Tabanan merupakan salah satu Kabupaten di Bali yang memiliki begitu banyak maestro seni, sehingga kegiatan seni dalam rangka pelestarian tradisi dan budaya yang ada, akan selalu mendapat dukungan dari Bupati dan jajaran.

    Pihaknya juga berharap agar seluruh sekaa Barong di Tabanan membentuk suatu organisasi maupun Forum yang menyatukan para sekaa.

    Salah satu peserta lomba, I Putu Gede Dharma Utama dari Sekaa Demen Menawaratna Kapal, mengatakan sangat berbahagia bisa turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

    Baca Juga:  Indonesia Cetak Berbagai Rekor di WWF ke-10

    “Tujuan tiang ikut festival ini adalah turut berpartisipasi karena tergugah akan bangkitnya kesenian Bali. Harapan kedepannya, semoga masyarakat Bali selalu melestarikan tradisi Ngelawang ini, karena dengan adanya ngelawang ini, hari raya galungan dan kuningan yang utama itu menjadi lebih ramai, lebih meriah. Kalau tidak ada barong, suasana itu terasa kurang,” pungkasnya.

    Demikian juga halnya seperti yang dituturkan oleh I Gede Agustina Yoga Putra selaku Panitia, selain ditujukan sebagai wahana adu bakat antar Sekaa Barong serta pelestarian budaya dan tradisi Bali, lomba ini juga ditujukan untuk menyemarakan hari raya Galungan dan Kuningan serta memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-78 Tahun 2023, juga Hari Ulang Tahun Komunitas Seni Bangkal Ganas.

    Pihaknya juga berharap, kegiatan ini mampu meningkatkan euforia untuk meningkatkan kesenian di Tabanan, khususnya Barong Bangkung semoga semakin hebat dan jaya. (m/kb)

    Back to top button