Denpasar

Komunitas Pali-Pali Rayakan HUT ke-78 RI

    DENPASAR, Kilasbali.com – Hujan yang  sempat mengguyur sejak subuh, tak menyurutkan niat para lansia dari Komunitas Pali – Pali (Pada Lingsir Pada Liang ) melakukan upacara bendera perayaan HUT ke – 78 Republik Indonesia, 17 Agustus 2023 di Pantai Segara, Sanur, Bali.

    Perayaan HUT ke – 78 RI tersebut, dihadiri puluhan lansia dari berbagai latar belakang  baik yang masih aktif  maupun yang sudah purna tugas dari kedinasannya. Ada seniman, guru, dosen, pensiunan TNI POLRI bahkan pengusaha.

    Diawali dengan menghaturkan canang, dilanjutkan dengan bersih – bersih sampah, utamanya sampah plastik yang memang menjadi fokus kegiatan Komunitas Pali- Pali selama ini. Puncaknya adalah upacara bendera dengan mekerem (berendam setengah badan) di tengah laut.

    Sebagaimana upacara bendera yang diadakan di kantor – kantor pemerintahan, Pali-Pali merayakan 78 Tahun Indonesia Merdeka dengan kegiatan ringan dan sederhana dalam kebersamaan dengan menancapkan bendera di tengah laut.

    Baca Juga:  BIN, TNI/Polri, dan BNPT Sukses Jaga Situasi Kondusif Selama WWF ke-10

    Kemudian, melakukan penghormatan terhadap Sang Saka Merah Putih, mengheningkan cipta untuk para pahlawan dan menyanyikan lagu- lagu perjuangan serta  doa  bersama sebagai ucapan rasa syukur masih bisa mengisi kemerdekaan dan sisa usia dengan hal- hal yang bermanfaat.

    “Kami merayakan dan memaknai Hari Kemerdekaan ini dari pantai. Mengingat komunitas ini digagas di pantai lewat mekerem ungkap Dewa Putu Arsa selaku ketua komunitas,” ujarnya.

    Lebih lanjut dia juga menuturkan, Pali- Pali  terbentuk 3 tahun yang lalu tepatnya 20 April 2020 yang diawali dari sekaha demen mekerem (komunitas berendam), yang akhirnya bersepakat membuat komunitas dengan kegiatan bersih- bersih sampah plastik sebelum berendam.

    Baca Juga:  Indonesia Cetak Berbagai Rekor di WWF ke-10

    Hal ini tak lepas dari melihat sepak terjang Paul Gifsion dari Australia yang merupakan penggiat sampah plastik di Bali. “Yang pasti, kami ingin di usia senja ini masih tetap berguna, sebagaimana sampah plastik yang masih bisa didaur ulang,” katanya.

    Sementara itu, Gede Kintawali selaku penasehat Komunitas Pali – Pali yang selalu mendampingi di setiap kegiatan, mengajak setiap para lansia yang suka mekerem, yang suka ke pantai untuk bergabung. Semakin banyak yang bergabung, semakin banyak pula yang bisa ikut serta menjaga kebersihan pantai dari sampah plastik.

    Lain lagi cerita Alit Mahendra, pensiunan ASN dari Pemda Badung. Sebelum bergabung dengan Komunitas Pali – Pali, Alit memang doyan ke pantai untuk berendam. Dalam seminggu bisa 2-3 kali. Rasa bugar yang dirasakan setelah berendam.

    Baca Juga:  Pemkot Denpasar Pertahankan Opini WTP 12 Kali Berturut

    “Selain secara fisik tidur pun nyenyak dan otot- otot tiang tidak kaku digerakan.Terlebih bertemu dengan teman- teman, biasanya  tiang berendam sambil  ngobrol hal- hal ringan hingga lupa waktu,” tuturnya.

    Alit juga menambahkan, setelah ada komunitas dan bergabung, ada lagi tambahan teman dan kegiatan ringan penuh manfaat yang bisa dilakukan.”Pokonya walau lansia, tetaplah bergerak dan berdaya guna,” pungkasnya. (mnk/kb)

    Back to top button