BadungPariwisata

Sampah Kiriman Jadi Kendala Pedagang di Pantai Kuta Mengais Rejeki

    MANGUPURA, Kilasbali.com – Selain wisatawan domestik yang tidak terlalu ramai saat libur pergantian tahun di tengah pandemi covid-19 ini, kiriman sampah yang melanda pantai Kuta juga membawa dampak bagi menurunnya omzet pedagang di pantai Kuta, Kabupaten Badung.

    Sampah kiriman yang menerjang pantai Kuta selama ini membuat kondisi pesisir pantai menjadi kotor oleh tumpukan sampah dan juga menimbulkan bau.

    Baca Juga:  Mahendra Jaya Sebut Tida Ada Arahan untuk Membubarkan Kegiatan PWF di Bali

    Seorang pemilik cafe di pantai Kuta Made Sari mengatakan libur pergantian tahun ini tidak ramai. Banyak tamu yang cancel.

    Waktu libur natal juga banyak yang cancel dan beralih ke Lombok. Hal ini juga diperparah dengan adanya sampah kiriman yang disinyalir membuat wisatawan enggan berlama-lama di pantai Kuta.

    Dirinya menjelaskan sebelum pandemi, omzetnya per hari bisa mencapai Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta.

    Baca Juga:  Penataan Tebing di Pantai Pemutih Perizinannya Sudah Lengkap

    “Pandemi jauh berkurang. Sebelum pandemi omzet bisa satu juta. Sekarang dua ratus ribuan. Bule yang belanja hanya yang menetap di bali,” sebutnya.

    Made Sari menambahkan, meskipun pantai Kuta tidak ditutup saat libur tahun baru, namun larangan parkir kendaraan roda 2 dan roda 4 di sepanjang pantai Kuta, juga disinyalir menjadikan jumlah pengunjung berkurang.

    Baca Juga:  Hingga Mei 2024, Realisasi Retribusi Parkir Tabanan Sudah 50 Persen

    “Harapan saya pandemi ini segera berlalu. Turis bule ramai lagi. Ekonomi meningkat lagi,” tutup wanita asal Legian ini. (sgt/kb)

    Back to top button