GianyarPeristiwa

Menghilang Semalaman, Dadong Gatri Ditemukan di Semak-semak

    GIANYAR, Kilasbali.com – Menghilang semalaman, Ni Wayan Gatri alias Dadong Gatri (84) akhirnya ditemukan semak-semak dalam kondisi selamat, Rabu (11/10) pagi.

    Lansia ini dinyatakan hilang sejak Selasa Sore dan diduga lingkung hingga tidak tahu arah pulang.

    Rabu pagi Sekitar Pukul 06.00 Wita, aparat Polsek Blahbatuh, Petugas BPBd Gebyar beserta warga langsung melakukan pencarian atas laporan hilangnya korban.

    Syukurnya tidak butuh waktu lama, dengan berbekal informasi areal korban dilihat selasa sore oleh warga terakhir kalinya, posisi korban akhirnya ditemukan.

    Baca Juga:  Sukses Prabowo-Gibran, Gerindra Serius Rebut Tiket Perubahan Gianyar

    “Korban kami temukan dalam kondisi selamat. Hanya sedikit lemas dna lingkung,” ungkap salah seorang petugas BPBD.

    Kapolsek Blahbatuh, Kompol I Made Tama menyebutkan, pihaknya menrima laporan orang hilang, Selasa tengah malam. Korban disebutkan dari rumah hari Selasa pagi sekitar Pukul 06:00 Wita.

    “Korban memang rutin bepergian untuk mencari dedaunan. Seperti daun pisang, tebu dan sejumlah kelengkapan upacara yadnya lainnya,” terang Kompol Tama.

    Baca Juga:  Kurang Hati-hati Saat Menyalip, Vario Seruduk Tronton

    Namun hari itu, hingga sampai sore, korban tidak kunjung pulang. Selasa Sore, salah seorang warga sempat melihat korban beristirahat di bawah pohon rambutan.

    Namun beberapa saat kemudian korban sudah hilang dan diduga sudah pulang. “Karena hingga malam. idak pulang dan sudah melakukan pencarian, pihak keluarga melapor ke kami,” jelasnya.

    Atas laporan itu, Rabu pagi pukul 06.00 Wita, jajarannya dan team BPBD Gianyar, beserta warga, melakukan pencarian lanjutan.

    Baca Juga:  Liburan Idul Adha, Polres Gianyar Perketat Pengamanan Obyek Wisata

    Syukurnya satu jam pencarian, korban sudah berhasil ditemukan di semak semak dalam keadaan selamat.

    “Korban selamat dan sudah dievakuasi ke RS Sanjiwani Gianyar untuk mendapatkan penanganan medis,” terangnya singkat. (ina/kb)

    Back to top button