GianyarPeristiwa

Seorang Warga Nyaris Jadi Korban Terseret Arus Pantai Selukat

    GIANYAR, Kilasbali.com – Kondisi Pantai di Gianyar yang berarus kuat menjadi perhatian serius aparat gabungan saat momentum hari raya. Seperti halnya saat Perayaan Banyu Pinaruh, Minggu (17/12).

    Seorang warga laki-laki asal Klungkung bahkan nyaris menjadi korban terseret arus. Syukurnya Petugas Balawista BPBD Gianyar cepat memberikan pertolongan.

    Dari keterangan yang diterima, sekitar Pukul 07.00 wita, korban bersama rombongan melakukan penglukatan di Pantai Selukat, dekat hotel Komune, Desa Keramas, Blahbatuh. Laki-laki berusia 20 tahun yang mengaku asal Bajarangkan, Klungkung itu dilihat oleh warga berenang agak ke tengah.

    Syukurnya, Dewa Gede Agung Juniantara petugas Balawista yang sedang patroli langsung bereaksi dengan melakukan penyelamatan. Korban berhasil ditarik selanjutnya diberikan bantuan oksigen.

    Baca Juga:  Pabrik Roti di Tabanan Kebakaran Lantaran Karyawan Lalai Saat Memanggang

    “Setelah diberikan penanganan, korban dalam kondisi sehat seperti biasa dan tidak mengalami luka-luka, serta korban tidak berkenan diajak kerumah sakit,” katanya.

    Mengingat korban sudah pulih kemudian diajak pulang oleh orang tuanya kembali ke Banjarangkan, Klungkung. Petugas gabungan TNI, Polri dan Balawista pun kebingungan karena tidak sempat menanyakan identitas korban. “Korban sudah keburu diantar pulang oleh orang tuannya,” tukas Juniantara.

    Mengantisipasi musibah serupa, dan seiring serbuan umat yang datang ke pantai mencapai ribuan, membuat petugas gabungan n kepolisian, TNI dan Balawista BPBD Gianyar  “Siaga”  di setiap pantai.

    Baca Juga:  Begini Makna Nubung Pedagingan di Desa Adat Keramas Gianyar

    Kasatpolairud Polres Gianyar, AKP I Gede Endrawan mengatakan, dalam memberikan rasa aman pada umat dalam menjalankan aktivitas banyupinaruh, pihaknya berkolaborasi dengan berbagai pihak. Dan, pihaknya juga selalu mengingatkan agar umat tidak terlalu mandi ke tengah.

    Sebab, sewaktu-waktu ombak bisa ganas. “Ini merupakan tradisi umat Hindu di Bali, sehingga kita berikan atensi, agar semua berjalan baik. Tidak ada yang terserer arus, karena kita terus mengingatkan agar tak terlalu mandi ke tengah,” pungkasnya. (ina/kb)

    Back to top button