GianyarPeristiwa

Proyek Drainase di Jalan Goa Gajah Makan Korban? Diduga Ini, Ceko Tewas Di Gorong-gorong

    GIANYAR, Kilasbali.com – Di tengah hujan lebat, temuan sessook mayat terendam bersama motornya di sebuah galian proyek drainase gegerkan warga di Jalan Goa Gajah, Bedulu, Blahbatuh, Senin (1/4) pagi.

    Korban diketahui bernama I Ketut Ceko (66), asal Banjar Margabingung, Bedulu diduga terlibat kecelakaan lalu lintas usai membeli perlengkapan upacara, Senin dini hari.

    Kemacetan lalu lintas pun tidak dapat dihindari di jalur padat Gianyar- Ubud tersebut. Karena laju kendaraan pengguna jalan yang melintas tersendat oleh proses evakuasi mayat di sebuah galian gorong-gorong pinggir jalan.

    “Saat ditemukan mayat itu terendam di air yang menggenangi galian. Korban masih memakai jas hujan, dan disebelahnya ada dua ikat daun kelapa tua. Sepeda motornya juga ikut kecemplung. Mungkin kejadiannya saat hujan lebat dinihari tadi,” ungkap Sudarsana salah seorang warga setempat.

    Baca Juga:  AMP NKRI dan ILDI Bali Gelar ‘Kartini Berdansa’ Lestarikan Warisan Budaya Nusantara

    Atas temuan itu, petugas kepolisian disusul Tim TRC BPBD Gianyar pun berdatangan ke lokasi. Proses evakuasi pun berlangsung cepat, namun mayat sempat tertahan di pinggir jalan lantaran ambulan sulit menjangkau lokasi lantaran macet.

    Hingga akhirnya, mayat dibawa ke Rumah Sakit Sanjiwani untuk proses identifikasi dan visum luar.

    Kapolsek Blahbatuh, Kompol I Made Tama, membenarkan temuan mayat yang diduga sebagai korban laka lantas tersebut. Disebutkan korban bernama Ketut Ceko (66), asal Banjar Marga Bingung, Bedulu.

    Baca Juga:  Begini Kronologis Kecelakaan Maut di Jembatan Yeh Nu

    Dari keterangan pihak keluarga disebutkan korban mengendarai motor senin dinihari untuk membeli perlengkapan upacara.

    “Kami masih melakukan olah TKP dan meminta sejumlah keterangan saksi untuk memastikan apakah korban terlibat kecelakaan OC atau melibatkan pihak lain,” terangnya singkat. (ina/kb)

    Back to top button

    Berita ini dilindungi