GianyarNews Update

Cewek Kafe Kabur Disambangi Tim VCT

    GIANYAR, Kilasbali.com – Berbeda saat kedatangan tim gabungan penertiban, para wanita pelayan kafe remang-remang atau cewek kafe ternyata lebih takut dengan Tim Voluntary Counseling and Testing (VCT). Saat disambangi Tim VCT Dinas Kesehatan Gianyar, Sabtu hingga Minggu (23/7) dinihari di kawasan Jalan IB Mantra,  sebagian besar cewek kafe memilih kabur.

    Kepala Dinas Kesehatan Gianyar, Ni Nyoman Ariyuni, sangat menyesalkan sikap para pelayan kafe ini. Padahal, kedatangannya adalah bentuk pelayanan kesehatan yang diberikan berupa edukasi.

    Khususnya kepada karyawan tentang pola hidup bersih dan sehat, dalam upaya mencegah dan pengendalian penyakit menular, dan skrining Kesehatan melalui pemeriksaan kesehatan dengan pengambilan sampel darah.

    Disebutkan, kunjungan ke tempat hiburan ini dilaksanakan secara mobile dan berkala dengan koordinasi pada pemilik atau pengelola tempat hiburan, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.

    Baca Juga:  Koalisi Penantang PDIP di Pilkada Tabanan Masih Tarik Ulur

    “Hasil skrining Kesehatan akan dirujuk pada UPTD Puskesmas terdekat, sehingga secara dini mereka mendapatkan pengobatan yang akurat jika hasil skrining menunjukan sakit tertentu,” ujarnya.

    Kegiatan ini bukan semata hanya mencari sensasi di tengah masyarakat, namun bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan pada semua kontinum siklus kehidupan, yaitu dari bayi, balita, anak usia sekolah, remaja, kelompok usia kerja, maternal, dan kelompok lansia.

    “Upaya ini tidak saja dengan penyelenggaraan pada tempat pelayanan Kesehatan, seperti rumah sakit maupun puskesmas  saja, tetapi dilaksanakan secara aktif  ke lapangan seperti warung remang jnj guna pendekatan pelayanan Kesehatan kepada masyarakat, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif,” terang Istri dari Camat Blahbatuh ini.

    Baca Juga:  Gruduk Kantoran, Tim DLH Temukan Sampah 'Satu Lobang Rame-rame'

    Kegiatan ini diharapkan mendapat dukungan dari masyarakat, termasuk lintas sektor hingga pelayanan kesehatan ini bisa terlaksana. Yang berimplikasi dapat menekan terjadinya permasalahan kesehatan di masyarakat.

    Bagi pemilik maupun pengelola tempat hiburan diharapkan untuk mendukung upaya pelayanan kesehatan ini, dengan melakukan pemeriksaan kesehatan pada karyawannya secara rutin. “Karyawannya jangan dikasih lari atau disembunyikan, lebih cepat skrining lebih cepat pula tindak yang bisa dilakukan,” jelasnya.

    Ariyuni menyebutkan jumlah warung remang di Gianyar cukup banyak, tersebar di sejumlah kecamatan. Dengan pekerja kebanyakan warga dari luar daerah, sehingga cukup rentan penyebarannya jika pekerja tersebut terkena penyakit menular.

    Baca Juga:  1.542 PPPK Guru-Nakes di Tabanan Jalani Pelantikan

    “Pemilik maupun pengelola tempat hiburan diharapkan untuk mendukung upaya pelayanan kesehatan ini. Pengalaman kita ketemu positif satu besoknya ngilang dah stress kita,” tandasnya. (ina/kb)

    Back to top button