Ekonomi BisnisGianyar

Nyaris Kolaps Gegara Pandemi, LPD Tulikup Kelod Bangkit

    GIANYAR, Kilasbali.com – Nyaris kolaps gegara pandemi, LPD Tulikup Kelod bangkit. Kredit macet yang membengkak saat pandemi Covid-19, diperparah adanya laporan pidana terhadap mantan ketuanya, LPD Tulikup Kelod, Gianyar Nyaris Kolaps.

    Syukurnya, berkat kerja keras dengan semangat optimis aparatur adat setempat, kini LPD Tulikup Kelod bangkit lagi.

    Bendesa Tulikup Kelod, I Nyoman Sukara bersama pelaksana tugas Ketua LPD Tulikup Kelod, Dewa Putu Raka menegaskan, LPD Tulikup Kelod saat ini berjalan baik-baik saja.

    “Laporan di Polda Bali terhadap mantan ketua LPD Tulikup Kelod itu persoalan pribadi antara pelapor dan terlapor. Tidak ada sangkut pautnya dengan lembaga,” ujar Sukara, Rabu (9/8).

    Diakuinya, LPD Tulikup Kelod pernah kolaps saat diketuai PMW pada tahun 2022 hingga awal 2023. Saat itu, ada sedikit permasalahan, diantaranya kredit macet yang cukup banyak lantaran situasi karena Covid-19.

    Baca Juga:  Delegasi WWF Favorit ke Ubud

    “Saat itu kemampuan bayar utang di masyarakat menurun. Lalu terjadi penurunan kepercayaan masyarakat terhadap LPD, sehingga banyak yang menarik uang,” tuturnya.

    Menyikapi itu, pihaknya bersama Tim Penelusur Aset (PAS) bekerja keras mengatasi menurunnya kepercayaan masyarakat. Bendesa bersama tim PAS ini, turun ke banjar-banjar meyakinkan masyarakat untuk tetap percaya pada LPD.

    Dikatakan bahwa saat bendesa dan tim bekerja, PMW telah diberhentikan dari jabatannya karena masalah usia yang menginjak 70 tahun.

    “Berkat kerja keras tim, LPD kami bisa berjalan, dan kepercayaan masyarakat mulai tumbuh,” ujar Sukara.

    Dengan kembali adanya isu Mantan Ketua LPD Tulikup Kelod dilaporkan ke Polda Bali sepekan lalu, Sukara menegaskan pihaknya tidak ingin berimbas pada   kepercayaan masyarakat akan kembali hilang. “Kami berharap semua pihak agar ikut membantu kami membesarkan LPD kami,” harapnya.

    Baca Juga:  Bali Street Carnival Pukau Delegasi World Water Forum

    Plt Ketua LPD Tulikup Kelod, Dewa Putu Raka mengungkapkan, saat ini LPD Tulikup Kelod telah mulai bangkit, dengan jumlah aset sekitar Rp 51 miliar lebih.

    Total tabungan sukarela sebesar Rp 16 miliar lebih, deposito Rp 15 miliar, dan jumlah kredit sebesar Rp 40 miliar. “Itu data per hari ini,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Pasubayan Bendesa Gianyar, Ngakan Putu Sudibya juga mengatakan hal serupa.  Persoalan LPD Tulikup Kelod sudah ditangani sedemikian rupa oleh bendesa dan krama. Saat ini LPD sudah kembali pulih.

    Baca Juga:  Posyandu Kesehatan Jiwa Desa Suwat Gianyar

    Soal isu miring itu, secara umum adalah persoalan pribadi antara ketua lama dan seorang nasabah.

    “Kami klarifikasi bahwa LPD Tulikup Kelod ini sudah berjalan seperti biasa. Kami berharap, tidak ada lagi isu miring pada LPD. Karena LPD adalah aset desa adat yang menopang kegiatan krama. Jika di beberapa LPD lain ada persoalan, itu dikarenakan SDM-nya yang belum mumpuni, dan kami di desa adat akan terus berusaha membentuk SDM yang unggul,” tandasnya. (ina/kb)

    Back to top button