GianyarNews Update

Tak Pakai Helm, Empat Pelajar di Bali Diminta Push Up

    GIANYAR, Kilasbali.com – Maraknya aksi kenakalan serta tindakan tidak disiplin di kalangan pelajar menjadi perhatian serius jajaran Polsek Payangan. Selasa (3/10), empat pelajar SMA, yang bermotor tanpa helm langsung ditindak ditempat dengan push up.

    Tindakan ini diharapkan membangun kesadaran di kalangan siswa mulai dari tertib berlalu lintas, anti narkotika hingga antisipasi aksi perundungan yang kini paling menuai sorotan.

    Kapolsek Payangan, Akp I Nengah Sona membenarkan intensifikasi tindakan pencegahan kenakalan di kalangan remaja yang dilaksanakan jajarannya.

    Upanyanya dengan penegakan disiplin secara tegas. “Dari berkendara di jalan raya, kita jadikan tolak ukur kesadaran hukum di kalangan pelajar. Untuk itu sejak dini kita bina. Anak-anak ini wajib kita bina bersama seluruh stakeholder untuk mewujudkan generasi bangsa yang berkesadaran hukum, sosial dan berbudi pekerti,” ungkapnya.

    Baca Juga:  Liburan Idul Adha, Polres Gianyar Perketat Pengamanan Obyek Wisata

    Tak kalah pentingnya, menyikapi aksi bullying atau perundungan yang kini marak terjadi di berbagai daerah, pihak rutin melakukan pembinaan ke sekolah-sekolah. Dan tidak tertutup kemungkinan di lingkungan sejumlah sekolah masih ada yang terjadi.

    “Bullying atau perundungan kini menjadi fenomena yang memprihatinkan di tengah pergaulan remaja. Kondisi ini pun menjadi perhatian serius jajaran Polsek Payangan. Termasuk pula narkotika yang ikut menyasar kalangan generasi ini,” ujarnya.

    Karena itu, pihaknya secara rutin menyambangi sekolah SMP hingga SMA/ SMK. Di hadapan pelajar, pihaknya secara tegas memberikan perintah kepada semua Siswa-siswi untuk tidak melakukan perundungan (bullying) terhadap sesama teman maupun orang lain.

    Baca Juga:  Ambarrukmo ‘berKelana di Bali’, Kenalkan Tiga Intellectual Property di Geo Open Space

    Karena bullying berdampak fatal terhadap mental dan psikologis anak-anak bahkan bisa sampai menyebabkan terjadinya korban jiwa. “Kami sudah tekankan akan menindak tegas pelaku perundungan ini,” tegasnya.

    Terkait tata tertib berlalu lintas, yang intinya berharap kepada para siswa-siswi yang masih duduk di SMP, agar tidak ada yang mengendarai sepeda motor. Terlebih masih dibawah umur. sehingga sangat membahayakan keselamatan diri.

    “Kepada Para Guru juga kami tekankan agar bersama-sama memberikan edukasi, mengawasi siswanya secara maksimal, mengimbau agar tidak melakukan tindakan Bullying. Termasuk juga, tindakan melanggar hukum,” harapnya. (ina/kb)

    Back to top button