GianyarNews Update

Dicurigai Ini, Shelter Anjing Resccue Usik Warga Serongga 

    GIANYAR, Kilasbali.com – Tidak hanya suara berisik, Shelter Anjing Resccue (penangkaran anjing) yang berlokasi di daerah pemukiman padat di Banjar Cebang, Desa Serongga, Gianyar dipastikan sangat tidak layak.

    Hal itu terungkap setelah disambangi petugas UPT Keswan Gianyar, bersama Perbekel dan jajaran terkait.

    Sebagaimana diketahui, puluhan anjing yang ditampung itu merupakan anjing-anjing yang dipungut di jalanan. Shelter Anjing Resccue tersebut dikelola oleh Wenny A warga perumahan di banjar setempat.

    Selain kondisi sanitasi kandang tIdak layak, shelter tersebut dekat dengan pemukiman penduduk.

    Gonggongan anjing yang jumlahnya puluhan itupun mengusik kenyamanan penduduk. Atas keluhan itu, Perbekel Serongga dan Klian Banjar setempat bersama UPT Keswan Gianyar meminta pemilik shelter untuk mencari lolasi yang baru.

    Kepala UPT Keswan Gianyar I, Nyoman Arya Darma, Rabu (14/2) membenarkan kondisi tersebut.

    Dikatakan Arya Darma shelter tersebut dimiliki Wenny Alinjngrum. Sedangkan anjing liar yang dipungut sebanyak 52 ekor.

    Baca Juga:  Pilkada 2024, KPU Tawarkan Posisi PPK

    Arya Dharnamma bersama aparat desa dan Bhabinkantibmas setempat melihat kondisi kandang sangat tidak layak.

    “Jarak antara kandang sangat dekat, kondisi sanitasi kandang juga kumuh dan kotor,” jelas Arya Darma.

    Ditambah lagi, gonggongan anjing peliharaan tersebut hampir terjadi setiap malam, sehingga mengganggu warga sekitar.

    “Ini tetangga sekitar shelter terganggu dan meminta agar pemilik shelter pindah lokasi shelter,” jelas Arya Darma.

    Ditambah lagi, secara kesehatan hewan, anjing yang dipelihara tidak memiliki asal usul yang jelas, riwayat kesehatan vaksin tidak ada dan kondisi kandang seadanya.

    “Kami bersama aparat desa meminta agar shelter tersebut mencari lokasi yang baru dan tidak lagi di Desa Serongga,” harapnya.

    Arya Darma bersama aparat desa mendapat penjelasan bahwa puluhan anjing tersebut dipungut di jalanan atau di pasar.

    Baca Juga:  Pameran Bonsai di Lapangan Tulikup Gianyar

    Bahkan pemilik menjelaskan kalau anjing-anjing tersebut mendapat perawatan yang layak. Namun melihat kondisi kandang yang kumuh, stok pakan yang tidak mencukupi dan sanitasi yang buruk, diputuskan shelter mencari tempat yang baru dan jauh dari pemukiman penduduk.

    “Kami curiga shelter tersebut hanya kedok dan digunakan untuk penggalian dana untuk kepentingan sendiri,” beber Arya Darma.

    Dituturkan Arya Darma, pertama kalinya shelter tersebut berlokasi di Banjar Anyar Kediri, Tabanan sekitar Tahun 2017. Karena mendapat penolakan dari warga BTN, maka pemilik pindah Banjar Biaung, Denpasar sekitar Mei 2020.

    “Nah pada November 2023 lalu pindah lagi ke Banjar Siur, Desa Tulikup. Kondisinya sama, tidak layak dan warga setempat terganggu, dan akhirnya pada 19 Januari pindah ke Banjar Cebaang Desa Serongga,” bebernya.

    Baca Juga:  Ini Alasaan Anak Muda Gianyar Daftar Jadi Anggota Polri

    Diakui, saat pindah ke Cebang sudah mendapat penolakan warga, namun pemilik beralasan sudah kontrak lahan.

    UPT Keswan bersama aparat desa meminta agar pemilik segera mencari lokasi yang baru, dengan kondisi kandang yang lebih layak dan pemberian vaksin termasuk pakan yang memadai.

    Perbekel Serongga, Nyoman Gede Priyasa juga menyebutkan hal yang sama. Warga di sekitar shelter hampir tidak bisa tidur setiap malam.

    “Ini bukan dekat lagi, berbatasan dengan tembok warga, sudah di komplin dan akhirnya mengadu ke kami di perbekel,” jelas Nyoman Gede.

    Kendati demikian, untuk pindah lokasi diminta dengan cara baik-baik asalkan tidak di Desa Serongga lagi. Disebutkan pemilik shelter sudah bersedia pindah dalam beberapa hari ke depan. (ina/kb)

    Back to top button

    Berita ini dilindungi