Gianyar

Ikuti Protokol Kesehatan, PHDI Gianyar Apresiasi Upacara di Tengah Pandemi Covid-19

    GIANYAR, Kilasbali.com – Meski diawal pandemi Covid-19 merebak PHDI Bali mewanti-wanti umat agar pelaksanaan upacara yadnya ditunda, namun sejumlah prosesi tetap berjalan. Lantaran tidak terbendung, protokol Kesehatan pun diwajibkan dengan pengawasan ketat aparat keamanan. Menariknya, setelah tiga bulan berjalan, PHDI pun mengapresisi umat lantaran tetap beryadnya di tengah Covid-19.

    Ketua PHDI Kabupaten Gianyar, I Nyoman Patra mengungkapkan apresiasinya lantaran kesadaran umat untuk melaksanakan protokol kesehatan. Diakuinya, saat pandemi Covid-19 mewabah, banyak aktivitas yang tertunda bahkan dibatalkan. Walaupun demikian, aktivitas upacara beryadnya masih dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

    Baca Juga:  Pemkot Denpasar Anggarkan Rp3,250 M Dukung Duta PKB XLVI

    “Kami dari Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Gianyar mengapresiasi masyarakat khususnya umat Hindu di Kabupaten Gianyar yang masih bisa melakukan yadnya secara maksimal namun tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ungkapnya, Rabu (4/6/2020).

    Syukurnya, dalam situasi ini, masyarakat bisa melihat dinamika kehidupan ini dari semua sisi, meski diakui masih memang ada satu dua umat yang semata-mata hanya berorientasi kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa tanpa melihat dari semua sisi di mana mereka menganggap semua itu adalah kehendaknya dan tidak memperhatikan hal-hal yang lainnya.

    “Di Gianyar, rasa dan logika itu berjalan beriringan. Ini dibuktikan dengan kekyusukan umat menjalanaakan dharmanya dan tetap memperhatikan kesehatannya,” ujar Pengusaha yang mantan anggota DPRD Gianyar ini.

    Baca Juga:  Ini Dia Jegeg Bagus Gianyar 2024 

    Dilanjutkan Patra, bahwa Umat Hindu memang harus berserah diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Namun, seperti di tengah mewabahnya virus Covid-19 seperti ini umat harus juga memperhatikan kesehatannya khususnya dalam beryadnya.

    “Kita lihat, masyarakat khususnya di Kabupaten Gianyar tetap menjalankan yadnya. Mulai dari di rumahnya dengan mebanten sampai dengan maturan ke pura ketika piodalan, tapi masyarakat juga sangat memperhatikan protokol kesehatan. Mereka sudah bisa mensinkronkan antara keharusan beryadnya dan juga menjaga kesehatan,” ucapnya.

    Baca Juga:  Peringatan Weton sebagai Ungkapan Rasa Syukur

    Bila melihat aktivitas beryadnya sebelum munculnya pandemi Covid-19 ini, lanjut dia, biasanya setiap piodalan contohnya masyarakat masih bisa secara beramai-ramai datang ke Pura untuk bersembahyang. Namun, ketika mewabahnya Covid-19 ini masyarakat masih bisa bersembahyang ke Pura namun tetap memperhatikan protokol kesehatan.

    “Kali ini, Masyarakat juga yakni Umat Hindu melihat dari sisi sains juga. Kami dari PHDI sangat mengapresasi masyarakat kita, Umat Hindu kita khususnya di Kabupaten Gianyar bisa melakukan yadnya walaupun saat ini banyak sekali halangannya,” pungkasnya. (ina/kb)

    Back to top button

    Berita ini dilindungi