Gianyar

Dipanggil Bupati, Pemilik House Of Om Bali Minta Maaf

    GIANYAR, Kilasbali.com – Pasca menuai sorotan berbagai pihak termasuk Gubernur Bali I Wayan Koster, pemilik House Of Om Bali Wissam Berakeh akhirnya dipanggil Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, Selasa (23/6/2020). Di mana pemanggilan itu, atas kegiatan Yoga Massal di Jalan Raya Bona, Kelurahan Bitera, Gianyar yang tanpa mengikuti protokol kesehatan. Akhirnya, pihak penyelenggara menyampaikan permohonan maaf.

    Bupati Gianyar, I Made Mahayastra pada kesempatan itu mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pemantauan terhadap jalannya protokol kesehatan di tengah mewabahnya Covid-19 ini. Termasuk melalui media sosial , selain pemantauan langsung dengan melibatkan berbagai unsur diseluruh wilayah. “Semua laporan-laporan termasuk yoga massal ini jadi perhatian kami,” ungkapnya.

    Baca Juga:  Banyak Ditemukan Penduduk Sudah Meninggal Masih Terdaftar sebagai Pemilih

    Bahkan Gubernur Bali, I Wayan Koster juga disebutkan juga menyoroti yoga massal yang viral tersebut. Disebutkan, Bupati juga mengantongi beberapa fakta-fakta terkait dengan kegiatan ini dan dikirim langsung oleh bapak Gubernur Bali. “Karena itu, saya instruksikan staf, gugus tugas, untuk memanggil penanggung jawab ini (pemilik House Of Om Bali),” terang Bupati usai pertemuan.

    Lanjutnya, dalam pertemuan itu, pemilik House Of Om Bali, Wissam Berakeh mengakui bahwa kegiatan yoga yang viral tersebut . Namun mereka mengaku tidak ada niat melanggar protokol kesehatan.

    Baca Juga:  Sendratari Kolosal ‘Ki Barualis’ Meriahkan HUT Kota Gianyar

    Disebutkan pula bahwa pada kegiatan itu undangannya terbatas. hanya saja undangan ini ternyata datang mengajak teman-teman dengan jumlah yang banyak.”Pemilik House Of Om Bali sudah saya peringatkan dan jika melakukan kesalahan lagi, Pemkab Gianyar akan memberikan tindakan tegas dengan menutup House Of Om Bali,” tegasnya.

    Sedangkan pemilik House Of Om Bali, Wissam Berakeh melalui penerjemahnya mengatakan bahwa pihaknya meminta maaf atas kejadian yang terjadi pada tanggal 18 Juni 2020 lalu tersebut. Dia menegaskan bahwa mereka mencinta Bali dan senang tinggal di Bali. “Saya minta maaf atas apa yang sudah terjadi pada tanggal 18 Juni 2020 lalu. Itu diluar kontrol saya, saya minta maaf ,” ucapnya singkat. (ina/kb)

    Back to top button

    Berita ini dilindungi