Gianyar

Diduga Terpeleset, Dadong Reki Ditemukan Tewas di Grojogan Air

    GIANYAR, Kilasbali.com – Pergi dari rumah dengan tujuan mandi di sore, Ni Wayan Reki alias Dadong Reki (66), justru pulang digotong warga dalam kondisi tak bernyawa. Korban yang asal Banjar Gadungan, Desa Bresela, Payangan ini didampati tewas di grojogan (air terjun irigasi). Diduga, korban yang sedang mandi dekat bibir grojogan licin itu, terpeleset dan jatuh serta membentur batu.

    Dari informasi yang diterima, Senin (6/7/2020), sebelumnya, korban memberitahukan keluarganya bahwa dirinya akan mandi ke saluran irigasi tak jauh dari rumahnya, dan tempatnya sangat terbuka. Sehingga saat korban mandi, sempat dilihat oleh warga lain yang juga hendak mandi, maupun melintas hendak ke sawah.

    Baca Juga:  ASN Se-Bali Diminta Jaga Netralitas Pemilu

    Beberapa warga yang sedang mandi tak jauh dari lokasi korban pun tak menyana jika korban yang tiba-tiba mengilang, namuan pakian masih ada.

    “Saya juga mandi tak jauh dari tempat Dadong Reki mandi. Selesai mandi saya tidak melihat dia lagi. Awalnya saya kira dia sudah selesai mandi dan pulang,” ungkap seorang warga, Ida Bagus Putu Dharma.

    Baca Juga:  Sanjaya Didukung Penuh Jadi Cabup Lagi, Bursa Posisi Wabup Diprediksi Ramai

    Namun, Gustu Dharma ini sempat curiga, karena sekian lama korban masih ada di lokasi itu. Saat melintas, dirinya pun terkejut mendapati posisi korban di bawah grojogan air.

    Temuan itu lantas diberitahkan ke warga lainnya, lanjut bersama-sama mengangkat tubuh korban ke permukaan dan langsung dibawa pulang ke rumah duka. “Saat kami angkat ada luka di bagian kepala, kemungkinan terbentur batu,” terangnya.

    Kanitreskrim Polsek Payangan, IPDA Putu Gede Agung Ariawan membenarkan peristiwa tersebut. Polisi telah menerima laporan, mendatangi TKP dan mengecek korban di rumah duka.

    Baca Juga:  Sendratari Kolosal ‘Ki Barualis’ Meriahkan HUT Kota Gianyar

    Dari hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Payangan, dalam tubuh korban tidak ada luka. Hanya saja pada bagian kepala terjadi benjolan dan keluar darah.

    “Pihak keluarga mengaku telah menerima dengan ikhlas keergian almarhum. Oleh karena usia telah lanjut, korban semasa hidup diakui sering pikun dan pergi tanpa pamit,” pungkasnya. (ina/kb)

    Back to top button

    Berita ini dilindungi