Gianyar

Astungkara, Kasus DBD Mulai Turun

    GIANYAR, Kilasbali.com – Saat Pandemi Covid-19 merebak, Demam Berdarah Dengue (DBD) juga tak kalah ganasnya. Bahkan, lebih dulu merenggut korban nyawa. Syukurnya, di tengah Penderita Covid-19 yang hingga kini terus merangkak naik, jumlah penderita DBD justru mulai menurun. Bahkan dalam sebulan terakhir, tidak ada laporan yang meninggal dunai lantaran DBD.

    Dari data Dinas Kesehatan Gianyar, DBD di Kabupaten Gianyar per bulan Juni 2020 mengalami penurunan yang cukup signifikan. Untuk kasus DBD pada bulan Juni 2020 tercatat 173 kasus DBD dan tanpa adanya pasien yang meninggal.

    Baca Juga:  Sendratari Kolosal ‘Ki Barualis’ Meriahkan HUT Kota Gianyar

    “Syukur, pada bulan Juni ini, tidak ada laporan penderita yang meninggal,” ungkap Kabid P2 Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, Anak Agung Anom Sukamawa, Minggu(12/7/2020).

    Disebutkan, Mulai bulan Januari 2020 terdapat 132 kasus DBD. Kemudian pada bulan Februari sebanyak 132 kasus, bulan Maret sebanyak 279 kasus dengan 1 kasus meninggal dunia, bulan April sempat mengalami peningkatan sebanyak 495 kasus dan 2 kasus meninggal dunia.

    Baca Juga:  ASN Se-Bali Diminta Jaga Netralitas Pemilu

    Kemudian pada bulan Mei mengalami penurunan menjadi 348 kasus dan bulan Juni terdapat 137 kasus.

    Sebut Anak Agung Anom Sukamawa, angka penurunan ini terjadi karena masyarakat mulai sadar untuk pola hidup sehat dan menjaga lingkungan tetap bersih.

    “Perilaku hidup bersih dan sehat oleh masyarakat sudah serentak dilakukan, memutus tempat berkembang biaknya jentik-jentik nyamuk yaitu dengan membersihkan genangan air dan tumpukan sampah,” imbuhnya.

    Baca Juga:  PDI Perjuangan Gianyar Dukung Koster-Ace Dua Periode

    Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar juga sudah rutin melakukan fogging di daerah yang terjadi kasus DBD.

    “Jika ada laporan di suatu wilayah ada kasus DBD maka itu kami lakukan fogging, sesuai dengan SOP (Standar Oprasional Prosedur),” pungkasnya. (ina/kb)

    Back to top button

    Berita ini dilindungi