Gianyar

Pekan Ini, Pemkab Gianyar Gelontor Sembako Senilai Rp 11 M

    GIANYAR, Kilasbali.com – Berbeda dengan bantuan sembako yang dibagikan pada tahap pertama, untuk tahap kedua Bupati Gianyar, mengelontorkan sembako yang jumlahnya hingga empat kali lipat lebih banyak. Tidak tanggung-tanggung, anggaran yang dikeluarkan untuk sembako ini mencapai Rp 11 miliar.

    Selain KK Miskin, penerima sembako kali ini adalah seluruh masyarakat yang kena dampak Covid-19. Hal itu terungkap saat Bupati Gianyar, I Made Mahayastra memantau persiapan pembagian sembako tahap dua di Desa Bedulu, Blahbatuh, Minggu ( 12/7/2020).

    Baca Juga:  ‘Police Go to School’ Cegah dan Deteksi ‘Bullying’ di SD

    Menurutnya, pada tahap pertama sembako hanya dibagikan kepada kepada 7.554 KK di Kabupaten Gianyar. Sementara kini, Pemerintah Kabupten Gianyar membagikan paket sembako untuk masyarakat Gianyar yang terdampak Covid-19. Total, 28 ribua-an KK. Penyerahannya akan dilaksankan pada Hari Jumat (17/7/2020) mendatang.

    Bupati Mahayastra menambahkan, bantuan sembako tahap kedua ini tidak seperti tahapan pertama. Di mana ketika bantuan sembako tahapan pertama yang dibagikan hanya terbatas kepada KK miskin yang terdata saja. Akan tetapi, bantuan sembako tahapan kedua ini akan dibagikan secara merata kepada masyarakat Gianyar yang terdampak pandemi Covid-19.

    Baca Juga:  Banyak Ditemukan Penduduk Sudah Meninggal Masih Terdaftar sebagai Pemilih

    “Pemkab Gianyar akan menggelontorkan bantuan sembako untuk total 28 ribu KK di Gianyar, untuk jenis sembako yang dibagikan adalah beras sebanyak 25 kilogram, selain itu kita juga berikan susu, kopi, gula, dan sabun,” paparnya.

    Sebagai persiapan, saat ini bantuan sembako masih dalam proses penampungan di gudang masing-masing kecamatan di Kabupaten Gianyar yang kemudian akan dibagikan kepada masyarakat. “Sekarang masih dalam proses masuk gudang di masing-masing kecamatan, tanggal 17 Juli 2020 ini akan dibagikan kepada masyarakat,” ungkap Mahayastra. (ina/kb)

    Back to top button

    Berita ini dilindungi