Gianyar

Program Transmigrasi di Gianyar Sepi Peminat

    GIANYAR, Kilasbali.com – Gagal membrangkat sejumlah warga untuk bertransmigrasi ke sejumlah daerah di  tahun 2018 dan 2019, calon transmigran asal Gianyar di tahun 2021 justru menghilang. Karena tidak ada permohonan dari calon transmigran alias sepi peminat, program transmigrasi pun tidak dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gianyar.

    Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Gianyar, Anak Agung Dalem Jagadhita mengatakan, pihaknya tidak membuka kuota transmigrasi untuk tahun 2021. Hal ini dikarenakan tidak ada karena aspirasi ataupun permohonan dari masyarakat.

    Baca Juga:  Ini Dia Jegeg Bagus Gianyar 2024 

    Dijelaskannya, kuota untuk transmigrasi dasarnya adalah aspirasi masyarakat yang ingin transmigrasi. Jika tidak ada aspirasi dinas pun tidak bisa mengajukan kuota. “Jika ada permohonan, kami akan ke provinsi untuk berkoordinasi, setelah sosialisasi terkait daerah tujuan, baru disampaikan ke masyarakat,” ujarnya.

    Ditegaskan, program transmigrasi ini tidak hanya asal pilih dan asal comot orang. Namun terlebih dahulu, pihaknya juga harus mempersiapkan mental cara beradaptasi. Termasuk juga pemberian keterampilan dan skil sesuai dengan kondisi daerah yang akan dituju. “Namun, program ini pasti kami laksanakan jika ada warga yang berkeinginan menjadi calon transmigran,” terangnya.

    Baca Juga:  Ini Empat Kapolsek Anyar di Gianyar

    Diakui, sebelumnya tahun 2018 dan 2019 sejumlah warga mengikuti program transmigrasi. Namun hal tersebut batal lantaran terdampak bencana kala itu di Sulawesi. Sementara ke Sumbawa juga batal karena kandidat tidak siap terhadap kondisi infrastruktur lokasi jadi tujuan transmigrasi.

    Sementara terkait peluang kerja dalam masa pandemi ini, diakuinya relatif sedikit. Maka pihaknya mendorong dilakukan berbagai pelatihan skil untuk warga. Selain pelatihan juga diperlukan dorongan untuk agar warga berani bertransformasi yang awalnya sebagai pekerja kemudian berwirausaha.

    Ke depanya pihaknya akan menggarap atau melatih masyarakat untuk membuat jamu. Karena minuman jamu merupakan kearifan lokal yang sangat bermanfaat dan bahannya cukup muda didapatkan.  (ina/kb)

    Back to top button

    Berita ini dilindungi