News UpdatePariwisata

Bali Destinasi Wisata Tempat  Berlibur dan Bekerja

 

DENPASAR, Kilasbali.com – Berbagai event yang diadakan di Bali menjadi pemicu semakin cepatnya pemulihan ekonomi yang bersumber dari sektor pariwisata. Mengingat, sejak medio Maret 2020, pariwisata Bali mati suri akibat ditutupnya penerbangan untuk memutus penyebaran Covid-19.

Kini, di tengah melandainya kasus positif dan seiring dengan berbagai kebijakan pelonggaran seperti Visa on Arrival (VoA), bebas karantina, hingga tanpa PCR, wisatawan baik domestik maupun mancanegara mulai berdatangan untuk berlibur di Pulau Surga ini.

Kunjungan wisatawan di obejek wisata Tanah Lot. (foto/jus)

Menyelam Sambil Minum Air

Seperti belum lama ini, Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI) menggelar Indonesia Procurement Forum and Expo (IPFE) ke-6 tahun 2022 di di Harris Hotel and Residence di Jalan Sunset Road, Kuta, Badung, Bali, Rabu 19 Oktober 2022.

Tak hanya itu, juga event lainnya yakni International Federation of Purchasing and Supply Management (IFPSM) yang menggelar World Summit 2022, ‘Leading Transformation Through Disruptive Innovations di The Stone, Legian, Kuta, Bali.

Ibarat menyelam sambil minum air, alasan mereka menggelar event di Bali selain ikut membantu mempercepat pemulihan ekonomi, sekaligus berlibur seusai mengikuti kegiatan. Bekerja sambil berlibur menikmati ragam budaya, keindahan alam, hingga keramahan masyarakat Bali.

Baca Juga:  Hakordia 2022, Indonesia Pulih Bersatu Lawan Korupsi

Direktur Utama PT Melali MICE, I Ketut Jaman selaku Professional Conference Organizer (PCO) yang menangani kedua acara itu, mendaku senang bekerjasama dengan IAPI. Karena, secara tidak langsung event itu mempromosikan Bali secara gratis bahwa Pulau Dewata ini sudah aman dan nyaman untuk dikunjungi.

Menurutnya, event ini juga untuk membangkitkan kembali pariwisata Bali yang sempat terpuruk akibat mewabahnya pandemi Covid-19. “Tentu ini menjadi angin segar bagi kembangkitan pariwisata Bali,” singkat Ketut Jaman kala itu.

Bekerja Sambil Berlibur

Baca Juga:  Ketua DPRD Apresiasi Peningkatan Layanan RSUD Singasana Tabanan

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun menuturkan, di era kenormalan baru ini, banyak yang rindu untuk berwisata ke Bali. Bahkan, beberapa diantaranya memilih untuk bekerja dari Bali. “Mereka bekerja sambil berlibur. Jadi bekerja secara online dari Bali,” tuturnya.

Dikatakan, mereka yang memilih bekerja sambil berlibur karena Bali sangat aman dan nyaman untuk ditinggali. Selain dari keramah-tamahan masyarakat nya, kebutuhan pokok para digital nomad ini sangat terjangkau jika dibandingkan dari negara mereka berasal.

“Beberapa pengakuan mereka, tinggal dan bekerja dari Bali sangat menguntungkan karena gaji mereka dollar. Jika di-kurs-kan ke rupiah maka akan menjadi tinggi nilainya. Bahkan, mungkin mereka bisa menabung jika bekerja dari Bali,” ujarnya.

Beberapa menu kuliner hasil racikan Chef I Ketut Artana Yasa.
Kilasbali/djo

Banyak Menu Pilihan dengan Harga Terjangkau

Banyak rumah makan mulai dari warung hingga restoran dengan pilihan menu beragam tersedia dan mudah ditemukan di Bali. Wisatawan pun bisa memilih, jika mau berhemat maka bisa memilih warung. Namun jika ingin berkelas, maka akan mencari restoran.

Baca Juga:  Jaring Ikan, Remaja Ini Tenggelam di Bendungan Titab

“Tapi banyak juga restoran yang harganya terjangkau. Ini bisa jadi pilihan turis yang berlibur ke Bali. Kendati harga terjangkau, akan tetapi citarasa tetap enak dan nikmat untuk disantap. Ini tergantung wisatawan mau pilih yang mana,” kata Tjok Bagus.

Dikatakan, daging maupun ikan yang disajikan sangat beragam, mulai dari ayam, babi, hingga daging sapi, sedangkan untuk ikan, mulai dari lele, gurami, hingga beragam pilihan seafood lainnya.

“Rumah makan maupun restoran yang ada itu mengutamakan cita rasa. Karena jika tidak enak maka akan ditinggalkan pelanggan,” ujar dia. (jus/kb)

 

Berita Terkait

Back to top button