Gianyar

Ini Jurus Pemkab Urai Kemacetan Ubud

    GIANYAR, Kilasbali.com – Pemkab Gianyar rupanya terus berinovasi untuk mengurai kemecetan di Kawasan wisata di Ubud. Kini, jurus tebaru pun segera diaplikasikan. Mulai dari langkah jangka pendek maupun jangka panjang.

    Sekda Gianyar, I Dewa Alit Mudiarta didampingi Kadishub, I Made Arianta, Kamis (21/9) memaparkan, pekan sudah menyiapkan langkah strategisnya. Untuk perencanaan jangka panjang, Pemkab Gianyar merancang jalan lingkar.

    Di mana jalan lingkar yang direncanakan adalah jalan lingkar Singakerta-Lodtunduh-Mas. Jalan lingkar kedua adalah Pejeng-Tegalalang-Kedewatan.

    “Ini termasuk perencanaan jangka panjang, pemetaaan wilayah sudah kita mulai,” jelas Mudiarta.

    Baca Juga:  Duet Perdana Gek Rani feat Aristya, 'Baliku' Lagu Nuansa Adat Budaya Bali

    Ditambahkan Kadishub Made Arianta, untuk program jangka menengah, Pemkab Gianyar akan membuat perencanaan jangka menengah.

    Di mana perencanaan jangka menengah ini dengan membuat Detail Engineering Disain (DED).

    Dijelaskan Arianta, DED tersebut sudah selesai disusun. Dimana DED tersebut dengan membuat sentral parkir di lima titik. Lima titik sentra parkir meliputi di: Taman Pule desa Mas, Desa Singakerta, Ambengan, Lapangan Astina, Dalem Suargan Desa Kedewatan.

    Baca Juga:  Bobol Konter Handphone di Ubud, Sejoli 'Punk' Ditangkap Polisi

    “DED sudah selesai disusun, sudah diserahkan ke Bappenas. Dimana tugas Pemkab menyiapkan DED sedangkan Bappenas yang menyiapkan dana untuk realisasi,” jelasnya.

    Untuk jangka pendek, melakukan pengawasan di kantong-kantong kemacetan. Terdapat lebih dari tujuh titik kemacetan yang terjadi di setiap hari di sekeliling Kota Ubud.

    “Ya, kita lakukan penjagaan di simpang-simpang kemacetan dan mengurai,” jelasnya.

    Disamping itu, bus besar diarahkan ke sentra parkir Padangtegal dan di Dalem Puri, lalu diangkut kendaraan shuttle. Salah satu rencana ke depannya jalan Made Lebah depan Museum Arma akan direkayasa satu arah.

    Yang mana kendaraan yang boleh lewat adalah kendaraan menuju ke timur dan kendaraan dari timur ke barat tidak diijinkan lewat.

    Baca Juga:  Langgar Jalur Steril, Empat Truk Ditindak Tegas

    “Ini tujuannya agar kendaraan yang di pusat Ubud bisa segera keluar Ubud,” jelasnya lagi. Sedangkan di titik kemacetan lain, akan disiapkan rekayasa lalulintas, guna mengurangi kemacetan. (ina/kb)

    Back to top button