Gianyar

Belum Diaspal, Kendaraan Merangkak di Jembatan Dauh Labak

    GIANYAR, Kilasbali.com – Sempat terputus lantaran jebol, kini jembatan di Banjar Dauh Labak, Desa Singakerta, Ubud, Gianyar sudah diperbaiki. Hanya saja, arus lalu lintas di jalur itu tetap merangkak.

    Hal ini terjadi karena areal di jembatan belum diaspal, hanya tertutup pasir dan koral yang bergelombang.

    Tumpukan kendaraan pun kini menjadi pemandangan setiap hari di areal jambatan. Padahal, di Jalan Raya Singakerta ini arus kendaraan terbilang lancar.

    Hanya saja kendaraan harus merangkak saat melintqsi jembatan dwngan kondisi jalan yang bergelombang.

    Baca Juga:  Begini Makna Nubung Pedagingan di Desa Adat Keramas Gianyar

    Diperparah lagi, masih adanya timpukan material di sisi selatan jalan. Sehingga kendaraan dari sua arah harus giliran melintas.

    Hal ini menyebabkan kendaraan dari arah timur harus menunggu kendaraam dari arah barat lengang.

    “Mobil sulit berpapasan, terlebih jalan bergelombang. bagian aspal yang sebelumnya dibongkar untuk menutup aspal yang bolong tetsebut belum rata,” keluh I Wayan Paris, pengemudi angkutan wisata yang melintas, Rabu (22/11).

    Disebutkan, saat melintasi jembatan pengemudi wajib memperlambat laju kendaraan. Disebutkan juga jika jembatan itu sudah sejak seminggu ini dapat dilalui kendaraan roda empat.

    Baca Juga:  Rumah KK Miskin Terbakar, Petugas BPBD Kumpulkan Bantuan

    “Sejauh ini tidak ada larangan, mungkin karena dalam proses pemadatan. Karena kan, jika dilalui kendaraan, material timbunannya cepat padat,” terang Wayan.

    Atas kondisi ini, pihaknya berharap pemerintah segera mengaspal jembatan ini. Dia sendiri memaklumi banyak kendaraam roda empat yang melintas di sana, meskipun jalannya belum rata. Sebab, jalur pengganti jembatan ini cukup jauh.

    “Harapan kami segera diaspal supaya segera bisa dilalui secara normal kembali. Sebab akses ini jalur terdekat dari Gianyar ke Badung dan sebaliknya,” ujarnya.

    Kabid Bina Marga Dinas PUPR Gianyar, I Made Astawiguna belum memberitakan tanggapan terkait harapan pengaspalan tersebut.

    Baca Juga:  Disembunyikan Mahluk Halus? Warga Pesisir Pantai Lebih Hilang, Dua Hari Pencarian Masih Nihil

    Namun sebelumnya, ia mengatakan bahwa perbaikannya dipastikam rampung di tahun 2023 ini.

    “Polanya PL (Penunjukan Langsung) karena estimasi anggaran di bawah Rp 200 juta. Dipastikan, jembatan tersebut bisa selesai di tahun 2023 ini. Begitu selesai perhitungan RAB dan tandatangan kontrak, langsung dikerjakan. Tidak ada proses tender,8 langsung kerja,” ujarnya. (m/kb)

    Back to top button