Gianyar

Dibayangi Tiruan, Minyak Kutus-Kutus Rencana Ganti Sanga Sanga?

    GIANYAR, Kilasbali.com – Kutus-kutus, hanya sebuah produk minyak ramuan. Namun siapa menduga, 10 tahun berpacu, produksinya kini mencapai ratusan ribu dan usahanya pun beranak pinak ke bidang lainnya.

    Ironisnya, tangan-tangan jahil dan motif jalan pintas pun mengekor. Bahkan dari 12 produknya, diestimasi 3 diantara palsu di pasaran.

    Hal itu diungkap oleh penemu sekaligus pemilik PT Kutus Kutus Herbal,  Servasius Bambang Pranoto dihadapan awal media, di Garden Kutus-Kutus, Bitera, Gianyar, Selasa (5/12) sore.

    Tidak hanya pemalsu, pengusaha peniru juga disebutkan sangat banyak. Bahkan pihaknya mendeteksi ada sedikitnya 64 merek minyak ramuan yang meniru kutus kutus. Tapi hal ini, diyakini tidak berpengaruh signifikan.

    Baca Juga:  Sukses Prabowo-Gibran, Gerindra Serius Rebut Tiket Perubahan Gianyar

    “Meniru mungkin mereka bisa. Namun mendekati sama apalagi khasiatnya tidak akan mungkin bisa ditiru,” yakinnya.

    Yang sangat disayangkannya adalah pihak-pihak yang sangat aktif melakukan pemalsuan produk kutus-kutus. Salah satu indikasinya adalah banyaknya perburuan botol bekas minyak kutus-kutus.

    Mengantisipasi ini pihaknya sudah melakukan perubahan kemasan secara berkala. Namun pihak pemalsu tetap up date.

    Baca Juga:  Liburan Idul Adha, Polres Gianyar Perketat Pengamanan Obyek Wisata

    “Kepada konsumen sudah kami wanti-wanti. Jika ada minyak kutus-kutus yang harganya dibawah Rp 170 Ribu, kami pastikan palsu,” wantinya.

    Menyikapi maraknya pemalsuan ini, pihaknya pun sudah mempersiapkan langkah alternatif. Pastinya pihaknya tidak akan menempuh upaya hukum karena regulasi pada dasarnya tidak ada pembatasan harga. Predator prize hingga kini tidak bisa tersentuh.

    Tanah Abang, salah satu contohnya ketika digempur harga murah via online. Karena itu, jika dalam kurun waktu tertentu, upaya persuasif ini tidak bisa membendung, maka pihaknya terpaksa akan merubah merek.

    Baca Juga:  Menang di Pengadilan, Sertifikasi Lahan Terganjal Adat?

    “Kami sudah menyiapkan penggantinya. Yakni “Sanga Sanga” atau sembilan sembilan. Ini juga angka yang sangat baik,” bocornya.

    Diakuinya memang tidak mudah jika merubah merek. Terlebih Kutus Kutus sudah membumi, bahkan sebutan dirinya sudah melekat dengan kutus kutus.

    “Daripada capek ngurusin pemalsuan ini, kita akan tempuh langkah rebranding ini. INi langkah positif dan kita akan ambil resikonya,” pungkasnya. (ina/kb)

    Back to top button