BulelengPeristiwa

Motif Pembunuhan di Gerokgak Terkuak

    BULELENG, Kilasbali.com –  Motif pembunuhan di Sanggalangit, Gerokgak, Buleleng dengan korban Wayan Purna (72) yang tewas ditangan anak kandungnya bernama Gede Darmika (50) secara tragis menggunakan sabit dan linggis mulai terkuak.

    Dari penuturan pihak keluarga korban, selama ini antara korban Purna dan pelaku Darmika yang tak lain adalah anak kandungnya itu, tidak ada masalah.

    Adik pelaku, Made Darmawan tidak mengetahui persis peristiwa yang terjadi karena dirinya tinggal di Denpasar. Ia pun mengaku syok mendengar kabar, tewasnya ayahnya di tangan kakaknya sendiri.

    “Memang katanya bapak dan kakak saya melayat terus minum disana. Lalu bapak pulang, saat itu ibu masih tidur, tapi ibu tahu bapak sudah pulang. Tiba-tiba kakak saya datang bawa linggis sama sabit, lalu didengar ada ribut, keluarlah ibu saya,” kata Darmawan.

    Baca Juga:  Peletakan Batu Pertama Pembangunan GKPB Dalung, Giri Prasta: Berbagi dengan Semua Umat

    Saat ibunya yakni Nengah Pudak keluar, pelaku sempat dinasehati agar tidak marah-marah kepada ayahnya karena usia ayahnya sudah tua. Nasehat ibunya tersebut tak digubris oleh pelaku dengan terus marah kepada ayahnya yang tidak diketahui oleh keluarga pangkal masalahnya.

    Kala itu, ibu pelaku Darmika juga istri korban sempat meminta sabit yang dibawa oleh pelaku, namun tidak diberikan oleh pelaku. Karena takut, istri korban pun berlari meminta pertolongan menuju ke rumah istri kedua korban yang berjarak 100 meter dari lokasi kejadian.

    Nahas, saat perjalanan meminta pertolongan, Nengah Pudak malah pingsan di jalan karena ketakutan dan syok berat. Saat ini istri korban masih sangat syok atas peristiwa berdarah tersebut, karena sempat berusaha melerai peristiwa tersebut.

    Baca Juga:  Bale Saka Enam di Kerambitan Kebakaran saat Pemiliknya Terlelap Tidur

    “Waktu semua datang, bapak sudah tergeletak di bawah. Sabit sama linggis itu diambil dari rumahnya (pelaku). Setahu saya, bapak gak ada masalah dengan dia. Ibu masih syok sekali. Rencananya bapak dikubur dalam waktu dekat ini,” terang Darmawan.

    Terpisah seizin Kapolres Buleleng, Kasubbag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya mengatakan, saat ini pelaku Darmika masih menjalani proses pemeriksaan di Unit Reskrim Polsek Gerokgak. Pun, beberapa orang saksi juga masih dimintai keterangan terkait dengan peristiwa berdarah ini.

    “Hasil sementara, motif pelaku ini merasa sakit hati, karena ketika setiap minum mabuk sering dimarahi yang menurut pelaku ini tidak wajar. Tapi keterangan dari pelaku ini masih kami dalami lagi,” ungkapnya.

    Baca Juga:  Komisi I Dorong Desa Dinas dan Adat Bersinergi Jaring Duktang

    Disinggung ada kemungkinan polisi melakukan tes kejiwaan terhadap pelaku, Iptu Sumarjaya mengaku, masih melihat kondisi yang ada. Jika kondisi pelaku sehat, tidak perlu dilakukan tes kejiwaan terhadap pelaku. “Hari ini (18/5/2021) pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka,” jelasnya.

    Imbuh Kasubbag Sumarjaya, peralatan atau senjata digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa ayahnya sendiri memang sudah dipersiapkan dari rumahnya. Bahkan sebelum insiden berdarah terjadi, antara korban dan pelaku sempat adu mulut.

    “Pelaku sudah mempersiapkan peralatan seperti linggis dan arit (sabit), tapi yang digunakan (untuk menghabisi ayahnya) linggis. Kalau dibilang perencanaan, nanti dilihat dari hasil penyidikan yang sekarang masih berjalan,” tandasnya. (ard/kb)

    https://www.kilasbali.com/mabuk-berat-seorang-anak-tega-habisi-ayah-kandung/

    Back to top button

    Berita ini dilindungi