Bangli

Prevalensi Stunting di Bangli Meningkat

    BANGLI, Kilasbali.com – Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023, prevalensi stunting di Kabupaten Bangli mengalami peningkatan dari 9,1% (tahun 2022) menjadi 10,2% (tahun 2023).

    Untuk itu, diperlukan penguatan komitmen dalam upaya percepatan penurunan stunting.

    Hal ini disampaikan Sekretaris Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali, I Made Arnawa saat memberikan arahan pada forum Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting di ruang rapat Krisna Kantor Sekda Bangli, Senin (13/5).

    “Diharapkan kita bisa bergerak cepat untuk mengatasi kenaikan prevalensi stunting di Kabupaten Bangli melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting yang sudah hadir pada pertemuan ini,” ajaknya.

    Baca Juga:  Keindahan Matahari Terbit di Bukit Pule dan Keunikan Panorama Black Lava Kintamani - Bangli

    Dikatakan, target prevalensi Stunting di Kabupaten Bangli pada tahun 2024 yaitu sebesar 6,91 persen.

    “Dari hasil SKI tahun 2023, Kabupaten Bangli menjadi kabupaten kedua yang memiliki prevalensi stunting tertinggi di Provinsi Bali, dan kita masih harus menurunkan sekitar 3 persen lebih agar dapat mencapai target sesuai amanat Perpes 72 Tahun 2021 sehingga ini perlu diperhatikan dengan sasaran prioritas kita tahun ini yaitu ibu hamil dan juga baduta,” harapnya.

    Sementara itu, Kepala DPMDPPKB Kabupaten, Bangli I Dewa Agung Putu Purnama menjelaskan, pengecekan data kembali perlu dilakukan bersama lintas sektor sebagai langkah awal untuk mengatasi peningkatan prevalensi stunting di Kabupaten Bangli.

    Baca Juga:  Toya Devasya Goes Digital

    “Seperti yang diketahui memang Kabupaten Bangli memiliki peningkatan Stunting, untuk itu yang pertama kita lakukan adalah pengecekan data kembali bersama lintas sektor terkait, salah satunya melalui pertemuan ini,” ujarnya.

    I Dewa Agung juga menjelaskan upaya lainnya. Kabupaten Bangli akan terus meningkatkan komitmen antar lintas sektor melalui rapat kerja dan juga peningkatan pendampingan keluarga

    “Peningkatan komitmen dan kerja lintas sektor ini perlu, selain itu juga melalui pendampingan keluarga berisiko stunting melalui Tim Pendamping Keluarga yang langsung terjun ke masyarakat sementara itu. Sasaran catin kabupaten Bangli yaitu 193, Ibu Hamil 1096, Ibu Nifas 173, Balita 14.814” jelasnya.

    Baca Juga:  Keindahan Matahari Terbit di Bukit Pule dan Keunikan Panorama Black Lava Kintamani - Bangli

    Untuk diketahui, kegiatan ini juga dihadiri oleh Satgas Provinsi Bali, Bappeda Kabupaten Bangli, Majelis Desa Adat Kabupaten Bangli, IBI Kabupaten Bangli, dan lainnya. (m/kb)

    Back to top button